Sambut Kerja Sama Kemenag–Leiden University, Rektor UIN Saizu: Perkuat Rekognisi PTKIN di Level Global

February 26, 2026

UINSAIZU.AC.ID – Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, menyambut positif kerja sama strategis antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Leiden University, Belanda. Kolaborasi internasional ini dinilai sebagai langkah konkret untuk memperkuat rekognisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di level global.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh Sekretaris Jenderal Kemenag, Prof. Kamaruddin Amin, dan Presiden Leiden University, Prof. Luc Sels, pada Senin (23/2/2026) di Belanda. Penandatanganan turut disaksikan jajaran Ditjen Pendidikan Islam Kemenag.

Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas dan internasionalisasi Pendidikan Tinggi Keagamaan (PTK) dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk penguatan riset, pertukaran akademik, dan pengembangan tata kelola pendidikan berstandar internasional.

Prof. Ridwan menegaskan, kemitraan ini bukan sekadar seremoni penandatanganan dokumen, melainkan bagian dari strategi besar transformasi mutu pendidikan tinggi keagamaan. “Kerja sama ini sangat strategis untuk mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan tinggi keagamaan agar mampu bersaing di kancah internasional,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan universitas kelas dunia seperti Leiden University akan memperluas pengakuan akademik PTKIN di tingkat global. Dampaknya tidak hanya pada reputasi institusi, tetapi juga pada kualitas riset dan daya saing lulusan.

Ia menekankan, internasionalisasi tidak sebatas mobilitas mahasiswa dan dosen. Lebih dari itu, internasionalisasi menyentuh penguatan sistem akademik, tata kelola, budaya mutu, hingga jejaring riset global.

“Kerja sama ini menjadi momentum penguatan rekognisi PTKIN secara global. Dengan kolaborasi akademik dan riset internasional, posisi PTKIN akan semakin diperhitungkan,” tegasnya.

Rektor UIN Saizu juga menyoroti pentingnya membangun atmosfer akademik kampus yang terbuka, kolaboratif, dan berjejaring internasional. Program seperti double degree, joint research, visiting professor, hingga summer course dinilai mampu menciptakan ekosistem akademik dinamis berstandar global.

“Atmosfer akademik bernuansa global harus terus kita bangun di PTKIN. Kolaborasi lintas negara akan memperkaya perspektif keilmuan dan memperkuat kualitas tridharma perguruan tinggi,” jelasnya.

UIN Saizu, lanjutnya, siap mendukung implementasi program turunan dari kerja sama tersebut agar berdampak langsung bagi dosen, mahasiswa, dan institusi. Kolaborasi Kemenag–Leiden University ini diharapkan mempercepat transformasi PTKIN menuju kampus unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional.

Sementara itu, komitmen internasionalisasi UIN Saizu juga tercermin dari tingginya minat calon mahasiswa asing dalam program UIN Saizu International Student Scholarship Tahun Akademik 2026/2027. Sebanyak 469 calon mahasiswa internasional dari 36 negara resmi mendaftar hingga penutupan pada 22 Februari 2026.

Direktur International Office UIN Saizu, Dr. Mohamad Sobirin, menyebut angka tersebut sebagai salah satu capaian tertinggi dalam sejarah penerimaan mahasiswa internasional kampus. “Hingga penutupan pendaftaran, tercatat 469 pendaftar dari 36 negara. Ini menunjukkan kepercayaan global terhadap UIN Saizu semakin kuat,” ujarnya.

Berdasarkan pembaruan data per 23 Februari 2026:

Program Sarjana (S1): 337 pendaftar
2. Program Magister (S2): 118 pendaftar
3. Program Doktor (S3): 14 pendaftar

Total: 469 pendaftar internasional

Sebaran pendaftar berasal dari kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah, di antaranya Sudan, Somalia, Ethiopia, Pakistan, Nigeria, Ghana, Yaman, Afghanistan, Senegal, Suriah, Mesir, Aljazair, Bangladesh, dan sejumlah negara lainnya.

Dari total 36 negara, sebanyak 24 negara tercatat sebagai partisipan baru dalam program beasiswa internasional UIN Saizu. Capaian ini merupakan hasil intensifikasi promosi global dan penguatan jejaring akademik luar negeri dalam beberapa tahun terakhir.

Dr. Sobirin menegaskan, keberagaman asal negara akan memperkaya atmosfer akademik dan budaya kampus. “Kami membangun ekosistem akademik yang inklusif dan multikultural. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara akan memperkuat pertukaran gagasan, budaya, dan perspektif global,” katanya.

Program beasiswa ini menawarkan skema fully funded bagi kandidat terpilih, termasuk dukungan akademik dan pembinaan adaptasi selama menempuh studi di Indonesia. Dengan jumlah pendaftar yang mencapai 469 orang, proses seleksi dipastikan berlangsung ketat.

Kampus menargetkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen terhadap pengembangan keilmuan dan kontribusi global. Lonjakan pendaftar internasional ini sekaligus mempertegas posisi UIN Saizu sebagai kampus Islam negeri yang semakin diperhitungkan dalam peta pendidikan tinggi dunia.

#KampusDesaMendunia

Kategori:
ARTIKEL · INFO KAMPUS


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here