Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman memberikan apresiasi atas keberhasilan efisiensi anggaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Banyumas yang mampu mengubah kualitas lantai plester menjadi keramik tanpa tambahan biaya. Dalam forum Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrembang) Tematik Stunting, Senin (9/3/2026), Bupati Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa efisiensi ini merupakan bagian dari upaya besar pembangunan manusia yang berdampak pada produktivitas daerah.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan bahwa keberhasilan efisiensi hingga 7,8% ini merupakan hasil dari kebijakan strategis penyediaan minimal tiga toko material di setiap kecamatan. Langkah tersebut terbukti menciptakan persaingan harga yang sehat sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat penerima bantuan.
“Dampaknya, warga penerima bantuan dapat meningkatkan kualitas bangunan, seperti mengganti lantai plester menjadi keramik dengan anggaran yang sama,” ujar Sadewo saat menghadiri Pramusrembang Tematik Stunting 2026 di Pendopo Si Panji Purwokerto.
Inovasi Toko Material dan Budaya Gotong Royong
Selain efisiensi harga, kualitas Program Bedah Rumah Banyumas semakin kuat berkat tingginya budaya gotong royong. Masyarakat setempat aktif menyumbangkan tenaga hingga material tambahan bagi tetangga yang membutuhkan. Oleh karena itu, hasil akhir bangunan di Banyumas seringkali lebih baik daripada daerah lain dengan pagu anggaran yang sama.
Inovasi ini menjadi bagian dari fokus Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam melakukan intervensi sensitif stunting melalui perbaikan hunian, penyediaan air bersih, dan sanitasi. Penanganan stunting ditegaskan bukan sekadar isu kesehatan, melainkan persoalan jangka panjang terhadap daya saing daerah.
Sinergi CSR dan Target RKP 2027
Keberhasilan Efisiensi Anggaran RTLH Banyumas juga didukung oleh kolaborasi sektor swasta yang masif melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Tercatat, Yayasan Budha Tzu Chi memberikan bantuan 500 unit rumah, sementara Astra berkomitmen menyalurkan hingga 415 unit rumah secara bertahap. Dukungan ini bersinergi dengan pendanaan dari APBD Kabupaten, Provinsi, hingga APBN.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Banyumas, Triadi, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan mengoptimalkan perencanaan untuk dokumen RKP Kabupaten Banyumas Tahun 2027. Pihaknya fokus mengidentifikasi kendala lapangan agar intervensi penanganan stunting selaras dengan prioritas nasional.
“Komitmen ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud kesungguhan kita untuk memastikan setiap anak di Banyumas tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegas Sadewo menutup sambutannya.
