Pengajuan Rekor MURI menjadi target utama kepramukaan setempat setelah berhasil mempertahankan predikat sebagai Kwartir Cabang (Kwarcab) Tergiat di Jawa Tengah selama 35 kali berturut-turut. Komitmen besar tersebut langsung ditegaskan oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono pasca-dirinya resmi diambil sumpah sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Pramuka Banyumas, Selasa (19/5/2026).
Pelantikan Resmi Ketua Mabicab
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Budi Prayitno, memimpin langsung prosesi sakral tersebut. Setelah resmi mengemban amanah baru, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono langsung meneguhkan komitmennya untuk membawa perubahan besar. Ia menyatakan siap memacu seluruh elemen kepengurusan agar bergerak lebih produktif.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas kini tengah menyiapkan langkah strategis lewat sektor pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan Banyumas, pemerintah daerah akan terus mendorong penyelenggaraan Kursus Mahir Dasar (KMD) serta Kursus Mahir Lanjutan (KML) secara masif. Langkah nyata ini bertujuan untuk mencetak pembina pramuka yang berkualitas dan bersertifikasi.
“Keaktifan gerakan pramuka di Banyumas ini memang luar biasa. Berbagai capaian yang telah diraih selama ini menunjukkan bahwa gerakan pramuka Banyumas benar-benar hidup, bergerak, dan memberikan dampak nyata bagi pembinaan generasi muda,” ujar Bupati Banyumas Sadewo.
Target Rekor MURI dan Inovasi Satuan Kerja
Selanjutnya, momentum pelantikan Pramuka Banyumas 2026 ini juga menjadi ajang pembuktian prestasi di tingkat regional. Bupati Banyumas Sadewo menargetkan capaian luar biasa, yakni mengajukan rekor MURI bagi wilayahnya. Hal tersebut didasarkan pada keberhasilan Kwarcab Banyumas yang sukses mempertahankan predikat sebagai Kwarcab Tergiat sebanyak 35 kali berturut-turut.
Selain mengejar rekor prestisius, wilayah ini juga terkenal sebagai pelopor dalam pembentukan satuan kerja sektoral. Saat ini, Kabupaten Banyumas sudah memiliki 19 satuan karya yang aktif bergerak di berbagai bidang. Bahkan, beberapa di antaranya berhasil menjadi pionir lahirnya satuan karya khas Banyumas di tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah.
“Capaian-capaian ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama. Tetapi sekaligus menjadi acuan dan amanah besar agar kepengurusan selanjutnya mampu meneruskan, mempertahankan, bahkan meningkatkan berbagai prestasi yang telah dicapai,” tegas Bupati Banyumas Sadewo.
Beberapa inovasi yang menjadi percontohan regional antara lain Saka Pustaka Dinarpusda, Saka Anti Narkoba BNNK, dan Saka Tangguh Bencana BPBD.
Garda Terdepan Trilas Program Pemkab
Kemudian, Ketua Mabicab Pramuka Banyumas yang baru tersebut mengingatkan bahwa tantangan lima tahun ke depan tidaklah mudah. Ia menuntut seluruh pengurus kwartir cabang untuk memahami arah kebijakan dan sasaran strategis organisasi secara mendalam. Alhasil, setiap program kerja dapat berjalan selaras dan menghasilkan dampak yang terukur bagi masyarakat.
Lebih jauh lagi, Bupati Banyumas Sadewo meminta agar seluruh anggota gerakan pramuka mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah. Pramuka harus mampu menjadi garda terdepan untuk menyukseskan Trilas Program Pemkab Banyumas. Sinergi ini penting demi mewujudkan visi Kabupaten Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera.
“Pengurus kwartir cabang merupakan motor penggerak gerakan pramuka di tingkat cabang. Oleh karena itu, pahami dengan sungguh-sungguh arah kebijakan, sasaran, dan target lima tahun ke depan yang telah ditetapkan,” tekan Bupati Banyumas Sadewo.
Merespons komitmen tinggi tersebut, Kwarda Jawa Tengah memberikan apresiasi yang luar biasa. Pihak provinsi menilai bahwa proses regenerasi dan dukungan kuat dari Ketua Mabicab menjadi kunci utama keberhasilan daerah ini. “Memang pramuka Banyumas ini gak cuma bagus. Tapi Istimewa,” pungkas Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Budi Prayitno
