Seratus pelaku usaha mikro di Kabupaten Banyumas bersiap mandiri secara ekonomi setelah menerima kucuran bantuan UMKM Banyumas dengan total nilai mencapai Rp800 juta. Strategi pengentasan kemiskinan berbasis komunitas ini berfokus pada pengembangan warung kelontong skala kecil agar lebih kompetitif di pasar ritel. Pihak BAZNAS Banyumas meresmikan penyerahan bantuan produktif tersebut dalam acara peluncuran di Kecamatan Kebasen, Rabu (10/6/2026).
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas meluncurkan program tersebut secara terpusat di Rest Area Masjid Serayu Tumiyang, Kecamatan Kebasen. Langkah strategis ini menjadi bagian nyata dari upaya penguatan usaha mikro berbasis komunitas di wilayah Banyumas. Pihak BAZNAS menggelar seremoni penyerahan bantuan secara bertahap mulai hari ini kepada para penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas, Khasanatul Mufidah, SH, menegaskan bahwa momentum ini sangat krusial bagi kemandirian ekonomi umat. Menurut beliau, optimalisasi dana zakat produktif memicu dampak jangka panjang yang signifikan bagi masyarakat bawah. Oleh karena itu, pengelolaan bantuan ini berjalan secara profesional dan terukur.
“Pada tahun 2026 ini, program Z-Mart di Kabupaten Banyumas diperuntukkan bagi 100 titik Z-Mart dengan bantuan senilai Rp 800 juta atau per unit Rp 8 juta,” ujar Khasanatul Mufidah, SH.
Beliau juga menambahkan rincian sumber pendanaan program tersebut. Sebanyak 30 titik warung mendapatkan sokongan penuh dari BAZNAS RI. Sementara itu, 70 titik lainnya menggunakan anggaran dari BAZNAS Kabupaten Banyumas.
Distribusi Zakat Produktif untuk Bantuan UMKM Banyumas
Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi terhadap eksekusi dana zakat produktif ini. Melalui skema pemberdayaan, para mustahik mendapatkan peluang emas untuk mengembangkan usaha warung kelontong mereka. Selain itu, program Z Mart ini juga memodernisasi tata kelola ritel tradisional.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Banyumas, Drs. Nungky Harry Rachmat, M.Si, menyampaikan pandangan resmi pemerintah. Beliau membacakan sambutan tertulis Bupati Banyumas yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi warga. Narasi tersebut memperkuat alasan mengapa bantuan modal harus tepat sasaran.
“Kita harus menyadari bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan sosial semata,” ujar Drs. Nungky Harry Rachmat, M.Si.
Selanjutnya, beliau menguraikan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung model pemberdayaan berkelanjutan ini. Sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga zakat, dan dunia usaha terbukti mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan. Alhasil, perekonomian lokal di tingkat desa dapat bergerak lebih dinamis.
Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Program Z Mart
Sebagai tindak lanjut, pengelola program akan melakukan pendampingan usaha secara intensif. Langkah pendampingan ini bertujuan agar bantuan UMKM Banyumas tersebut menghasilkan keuntungan yang stabil. Hasilnya, pemilik warung kelontong mampu mengelola keuangan dengan lebih mandiri dan profesional.
Pada akhirnya, pertumbuhan warung mikro ini diharapkan meluas ke kecamatan-kecamatan lain. Keberhasilan 100 titik awal ini akan menjadi tolok ukur kesuksesan program ke depan. Melalui komitmen bersama, kemiskinan ekstrem di Banyumas dapat teratasi secara bertahap dan berkelanjutan.
