Gula Semut Banyumas Tembus Pasar Amerika Serikat Senilai 46.000 Dolar AS

June 30, 2026
Menteri Perdagangan Budi Santoso didampingi Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melepas ekspor produk gula kelapa PT IMC ke Amerika Serikat.

Produk pedesaan tembus pasar global setelah PT Integral Mulia Cipta (IMC) sukses mengekspor gula Jawa organik senilai 46.000 dolar AS ke Chicago, Amerika Serikat. Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas secara resmi pengiriman komoditas unggulan tersebut di Desa Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Kamis (25/6/2026).

Pelepasan Secara Simbolis di Desa Wiradadi

Langkah nyata ini berawal dari seremoni pelepasan ekspor oleh PT Integral Mulia Cipta (IMC) di Desa Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Perusahaan tersebut sukses memberangkatkan produk gula Jawa organik senilai 46.000 dolar Amerika Serikat dengan tujuan utama Chicago, Amerika Serikat. Oleh karena itu, momentum ini membuktikan bahwa potensi ekonomi kreatif dari wilayah pedesaan mampu berbicara banyak di level internasional.

Menurut data Kementerian Perdagangan, Amerika Serikat memang masih menjadi salah satu mitra dagang yang paling potensial. Bahkan, negara tersebut mencatat surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia hingga mencapai 18,11 miliar dolar AS sepanjang tahun 2025. Alhasil, kehadiran produk lokal dari Sokaraja ini semakin memperkuat posisi tawar komoditas padat karya Indonesia di sana.

“Meningkatnya permintaan internasional serta semakin luasnya akses perdagangan melalui berbagai perjanjian dagang akan memperkuat posisi komoditas unggulan tersebut di pasar ekspor,” ujar Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso.

Menargetkan Pasar Global Lewat Perjanjian Baru

Selain mengandalkan pasar tradisional, pemerintah kini tengah gencar membuka jalur perdagangan baru. Saat ini, Kementerian Perdagangan sedang mengimplementasikan perjanjian dagang dengan 20 negara tujuan ekspor baru. Tidak hanya itu, mereka juga aktif menjajaki kerja sama dengan 11 negara lain yang masih dalam tahap perundingan. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk mempermudah sekaligus memperluas akses bagi komoditas gula semut Banyumas.

Budi Santoso menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata ketangguhan produk lokal. Melalui standardisasi yang tepat, kualitas gula kelapa kristal Sokaraja terbukti mampu memenuhi ekspektasi konsumen global yang sangat ketat.

“Ke depan, kalau ada hilirisasi tentu nilai tambahnya akan semakin tinggi,” lanjut Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso.

Optimalisasi Perwakilan Dagang di Luar Negeri

Selanjutnya, pemerintah juga berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan peran 46 perwakilan dagang Indonesia di luar negeri. Jaringan tersebut mencakup Atase Perdagangan serta Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Melalui penguatan jaringan ini, para pelaku usaha mikro dan menengah di daerah akan lebih mudah mendapatkan akses pasar baru.

Pada akhirnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci utama keberhasilan komoditas lokal. Kita tentu berharap agar kisah sukses produk pedesaan tembus pasar global dari Banyumas ini segera diikuti oleh desa-desa lain di seluruh penjuru tanah air.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here