Pengumpulan dana kemanusiaan resmi berjalan di Kabupaten Banyumas dengan target menembus Rp2,5 miliar. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mewanti-wanti seluruh unit pengumpul agar bekerja tanpa paksaan dan menjunjung tinggi transparansi demi menjaga kepercayaan warga.
Pencanangan dan sosialisasi Bulan Dana PMI Kabupaten Banyumas Tahun 2026 tersebut berlangsung secara resmi di Pendopo Sipanji, Purwokerto. Kegiatan penggalangan dana kemanusiaan ini dijadwalkan berjalan selama tiga bulan, terhitung mulai 1 September hingga 30 November 2026. Masa pengumpulan dana juga membuka opsi perpanjangan satu bulan hingga 31 Desember 2026 mendatang.
Jamin Bebas Paksaan dan Pungli di Lapangan
Bupati Sadewo menegaskan bahwa Bulan Dana PMI bukan sekadar mengejar pemenuhan nominal rupiah. Pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada tata cara penghimpunan kupon di lapangan agar tetap memegang teguh prinsip sukarela.
Sadewo meminta panitia menjaga akuntabilitas secara ketat demi memelihara jiwa gotong royong masyarakat. Kepercayaan publik menjadi fondasi utama agar kerja kemanusiaan berjalan berkesinambungan.
“Bulan Dana PMI ini bukan hanya soal berapa besar dana yang berhasil dikumpulkan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga dan menguatkan semangat gotong royong masyarakat Banyumas yang selama ini dikenal memiliki jiwa kepedulian tinggi,” ujar Sadewo.
Ia menambahkan bahwa tantangan sosial ke depan akan semakin beragam. Oleh karena itu, kejujuran dalam penggalangan dana menjadi syarat mutlak.
“Semakin besar dukungan yang kita berikan, semakin besar pula kemampuan kita untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Tren Pengumpulan Dana Terus Melonjak
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2026 sekaligus Komandan Kodim 0701/Wijayakusuma Letkol Inf Edward Samosir menyampaikan optimisme tinggi. Pihaknya yakin perolehan tahun ini mampu melampaui target yang ditetapkan.
Edward menjelaskan bahwa grafik penggalangan dana di Kabupaten Banyumas menunjukkan tren positif. Perolehan dana terus merangkak naik dari target awal yang sebelumnya berada di angka Rp2 miliar.
“Meskipun tren sempat menurun sekitar lima tahun lalu akibat pandemi COVID-19, dalam tiga hingga empat tahun terakhir perolehan kita terus menunjukkan tren peningkatan dari target awal Rp 2 miliar. Kami berharap tahun ini target kembali terlampaui agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujar Edward.
Untuk mengawal target tersebut, panitia berkomitmen memperketat pengawasan di seluruh jalur pengumpulan. Seluruh unit diminta bergerak aktif dan tertib menjalankan tugas.
“Karena ini merupakan agenda kemanusiaan, mari kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab, tertib, transparan, dan menjunjung tinggi integritas,” katanya.
Pengalokasian Dana Bencana dan Kesehatan
Seluruh hasil penggalangan dana nantinya akan disalurkan kembali untuk program kemanusiaan di wilayah Banyumas. PMI akan memanfaatkan anggaran tersebut untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana, pelayanan kesehatan, serta bantuan sosial darurat bagi warga yang membutuhkan.
