Terbanyak se-Jateng! Ratusan Pendonor Darah Banyumas Bikin Bangga

September 30, 2026
Rombongan pendonor darah sukarela asal Kabupaten Banyumas mengenakan seragam batik biru mengacungkan jempol di Balairung Astina Hotel Semarang.

BANYUMAS — Aksi kemanusiaan warga Kabupaten Banyumas kembali mengukir rekor mengejutkan di tingkat provinsi. Ratusan warga lokal mendadak menjadi pusat perhatian usai mendominasi daftar penerima penghargaan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Balairung Astina Hotel Semarang, Selasa (29/9/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 416 pendonor darah sukarela asal Kabupaten Banyumas menerima penghargaan berkat dedikasi mereka. Ratusan relawan tersebut secara konsisten telah mendonorkan darah sebanyak 50 hingga 75 kali demi membantu sesama.

Capaian fantastis ini menempatkan Banyumas di posisi teratas dari total 2.347 pendonor se-Jawa Tengah yang menerima penghargaan serupa. Secara rinci, relawan Banyumas terdiri atas 302 orang pendonor 50 kali dan 114 orang pendonor 75 kali.

Mengungguli Kota-Kota Besar di Jawa Tengah

Angka partisipasi relawan Banyumas ini jauh melampaui capaian daerah-daerah besar lainnya. Kota Semarang menyusul di urutan kedua dengan 269 pendonor, sedangkan Kota Surakarta berada di peringkat ketiga dengan 246 pendonor.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan langsung penghargaan tersebut sebagai bentuk penghormatan atas kebiasaan mulia para relawan. Ia secara khusus memuji ketahanan mental warga yang rutin datang ke PMI tanpa pernah mengharapkan imbalan materi.

“Bapak-ibu pendonor darah ini adalah orang hebat dan tangguh. Karena kalau kita disuntik vaksin sekali saja sudah mengeluh. Sedangkan Bapak/Ibu ini sudah 50 kali dan 75 kali ditusuk jarum dengan sukarela,” ujar Ahmad Luthfi.

Gubernur menambahkan bahwa kebiasaan berdonor puluhan kali murni lahir dari keikhlasan hati yang luar biasa. Tanpa rasa kepedulian yang tinggi, seseorang tidak mungkin secara konsisten melangkah sendiri ke Kantor PMI.

Tradisi Gotong Royong dan Kemanusiaan

Ketua PMI Kabupaten Banyumas Nungky Harry Rachmat menegaskan bahwa penghargaan ini memvalidasi semangat gotong royong warga Banyumas yang tetap terjaga. Pihaknya terus mendorong agar aksi kemanusiaan ini dapat menular ke generasi muda.

“Bukan tentang berapa banyak, tetapi konsistensi untuk mendonorkan darah yang menggambarkan semangat gotong royong. Dan penghargaan ini bukan akhir dari perjuangan,” ungkap Nungky.

Tingginya kesadaran donor darah ini melapangkan jalan bagi PMI Banyumas untuk terus menjamin ketersediaan stok darah aman. Konsistensi ratusan pahlawan sunyi ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sederhana sanggup menyambung nyawa sesama.

Penulis: Kartika Nur Maulida

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here