Resmi Dilantik, Ketua ASPIKMAS Kukuh Prasetio Bawa Visi Ini

October 2, 2026
Ketua Umum ASPIKMAS Kukuh Prasetio sedang menyampaikan pidato sambutan di atas podium saat pengukuhan pengurus di Hetero Space Purwokerto

BANYUMAS— Perubahan paradigma besar-besaran resmi dimulai bagi ekosistem UMKM Banyumas usai pengukuhan pengurus baru dan konsolidasi jaringan antarwilayah rampung dikunci pada Jumat (2/10/2026). Ketua ASPIKMAS Kukuh Prasetio langsung membeberkan jurus barunya untuk menggembleng ribuan pengusaha lokal dalam kelompok-kelompok kecil berdaya saing tinggi.

Strategi Inkubasi Berbasis Kecamatan

Langkah terobosan tersebut ditandai melalui peluncuran program unggulan bertajuk Kelas Inkubasi Bisnis ASPIKMAS. Melalui skema ini, sebanyak 5.200 anggota yang terdata akan dikelompokkan ke dalam tim kecil berisi 5 hingga 10 UMKM di tiap kecamatan.

Pengurus tingkat kabupaten memegang kendali penuh dalam menyusun struktur pembelajaran, kurikulum, hingga modul pelatihan. Sementara itu, pengurus di tingkat kecamatan bertindak sebagai fasilitator yang mendampingi proses belajar secara intensif di lapangan.

“Bisnis harus ditumbuhkan dengan ilmu, literasi, serta perhitungan yang matang. Melalui semangat ‘Semesta Ilmu’, kami ingin mendorong performa dan kualitas bisnis UMKM Banyumas secara nyata,” tegas Ketua ASPIKMAS Kukuh Prasetio.

Menurut Kukuh, ruang diskusi interaktif dalam kelompok kecil menjadi kunci utama agar sesama pelaku usaha bisa saling mendukung. Ia optimistis metode pendampingan terstruktur ini mampu memecahkan berbagai kendala operasional yang selama ini menyandera pertumbuhan UMKM.

“Harapannya melalui kelompok-kelompok kecil ini teman-teman UMKM menemukan ruang untuk bertumbuh. Melalui diskusi, saling sharing saling mendukung satu sama lain,” jelasnya.

Dukungan Penuh Pemkab dan Tantangan Pasar

Inovasi tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono secara tegas menyatakan dukungannya terhadap pembentukan kelas bisnis yang menjangkau hingga strata kecamatan tersebut.

Kendati demikian, Bupati Sadewo mengingatkan agar setiap pelatihan yang digelar tidak berhenti pada formalitas kelas semata. Ia meminta materi pembekalan harus benar-benar selaras dengan kebutuhan industri serta memiliki kepastian akses pasar.

“Saya mendukung pembentukan kelas bisnis di tingkat kecamatan seperti yang dikatakan tadi. Pelatihan yang diberikan harus berbasis kebutuhan pasar dan memiliki kepastian akses pasar,” ungkap Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

Sadewo menitipkan amanah agar kepengurusan anyar ASPIKMAS bergerak cepat dan transparan demi melahirkan hasil yang konkret bagi masyarakat.

Ukuran Keberhasilan Konkret

Pemerintah daerah mematok tolok ukur yang sangat jelas bagi kiprah ASPIKMAS selama lima tahun ke depan. Keberhasilan organisasi pengusaha ini tidak lagi dinilai dari seberapa marak acara seremoni yang digelar, melainkan dari pertumbuhan riil para anggotanya.

Muara dari seluruh program inkubasi ini adalah penciptaan lapangan kerja baru serta penguatan ketahanan ekonomi daerah di Banyumas.

“Ukuran keberhasilannya sederhana: semakin banyak UMKM Banyumas yang naik kelas, semakin luas pasarnya, semakin kuat usahanya, dan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta,” pungkas Sadewo.

Prosesi pengukuhan jajaran pengurus ASPIKMAS Periode 2026–2031 itu sendiri berlangsung khidmat di Hetero Space Banyumas. Acara ini menjadi bagian dari agenda terintegrasi Hetero Fest 2026 yang disaksikan langsung oleh jajaran pejabat daerah serta ratusan pelaku usaha lokal.

Penulis: Kartika Nur Maulida

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here