Ketegasan membayangi pelantikan pengurus Gekrafs Banyumas di Ballroom Hotel Luminor Purwokerto, Sabtu (3/10/2026). Seluruh jajaran pengurus diminta tidak boleh langsung pasif usai seremonial selesai, melainkan harus segera turun gunung menggarap potensi ekonomi kreatif hingga ke pelosok desa.
Ketua DPC Gekrafs Banyumas, Erik, menegaskan bahwa prosesi pengukuhan ini bukan akhir dari rangkaian agenda seremonial semata. Pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga ritme kerja organisasi agar terus berdampak bagi masyarakat luas.
“Kami berkomitmen untuk menghindari kondisi pasif atau ampleng setelah pelantikan. Pekerjaan kita baru dimulai malam ini. Kita harus memperkuat kolaborasi, networking, promosi, pendampingan, serta membuka peluang-peluang baru di seluruh sektor ekonomi kreatif,” tegas Erik.
Sasar Potensi Desa, Bukan Cuma Pusat Kota
Pengembangan ekosistem kreatif di Kabupaten Banyumas juga mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pemkab Banyumas mendorong agar geliat ekonomi berbasis kreativitas ini menyebar secara merata dan tidak menumpuk di kawasan perkotaan saja.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengingatkan pentingnya memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi para pelaku usaha di berbagai wilayah. Potensi lokal di pelosok wilayah dinilai menyimpan daya saing besar jika mendapat pendampingan yang tepat.
“Jangan sampai ekonomi kreatif hanya berkembang di pusat kota. Saya ingin potensi kreatif di desa-desa, kecamatan, dan berbagai komunitas dapat tumbuh dan memiliki ruang yang sama untuk berkembang,” pesan Sadewo.
Wadahkan Sektor Digital Hingga Otomotif
Selama ini, pemahaman masyarakat mengenai ekonomi kreatif sering kali terbatas pada bidang seni pertunjukan atau jurnalistik semata. Gekrafs Banyumas kini hadir untuk meluaskan jangkauan tersebut ke berbagai subsektor modern lainnya.
Sektor-sektor potensial seperti kuliner, musik, kriya, fashion, pengembang industri digital, otomotif, hingga penyelenggara acara (event) akan digarap secara terpadu. Langkah ini diharapkan memicu pertumbuhan lapangan kerja baru bagi generasi muda.
“Ekonomi kreatif pada dasarnya sederhana, yaitu ketika kreativitas dan keterampilan mampu menghasilkan nilai ekonomi serta membuka ruang rezeki bagi orang lain,” jelas Erik.
Rumah Kolaborasi Bagi Anak Muda
Ke depan, Gekrafs Banyumas diproyeksikan menjadi wadah inkubasi dan kolaborasi terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha menjadi kunci utama penguatan ekosistem ekonomi daerah.
Bupati Sadewo optimistis kolaborasi lintas sektor ini mampu mengangkat identitas daerah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Harapannya Gekrafs dapat menjadi rumah bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif. Bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai ruang untuk bertukar gagasan, membangun jejaring, meningkatkan kapasitas, membuka akses pasar, serta mendorong lahirnya produk-produk kreatif Banyumas yang semakin berkualitas dan memiliki daya jual,” pungkas Sadewo.
