World Rabies Day 2026 Banyumas Diserbu Anabul, Kuota Vaksin Meledak!

October 7, 2026
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti meninjau pemeriksaan dan penimbangan berat badan kucing peliharaan saat vaksinasi rabies gratis peringatan World Rabies Day 2026.

BANYUMAS — Antusiasme warga membawa hewan kesayangan berujung pada lonjakan pendaftar yang memadati gelaran World Rabies Day 2026 di Kabupaten Banyumas, Selasa (6/10/2026). Program suntik gratis ini menjadi tumpuan utama masyarakat untuk memastikan peliharaan mereka aman dari risiko penyakit berbahaya.

Pemerintah Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Tengah II serta Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden. Petugas tidak hanya menyuntikkan vaksin, tetapi juga memeriksa kondisi fisik setiap hewan secara menyeluruh pada kegiatan tersebut.

Tingginya minat masyarakat membuat pemerintah daerah menambah alokasi vaksinasi secara signifikan. Pada tahun 2026, total alokasi bantuan mencapai 800 dosis, meningkat dari anggaran tahun sebelumnya yang hanya 500 dosis.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Kusbiono, membeberkan rincian pembagian kuota tersebut. Sebanyak 208 dosis telah disalurkan sebelumnya di Kecamatan Banyumas dan Tambak, sementara ratusan dosis sisanya dialokasikan untuk kegiatan hari ini dan titik berikutnya.

“Dan hari ini kami alokasikan sebanyak 300 dosis,” terang Kusbiono di lokasi acara, Selasa (6/10/2026).

Benteng Perbatasan dan Risiko Fatal

Langkah responsif ini tetap dijalankan meski Kabupaten Banyumas saat ini sudah masuk dalam zona bebas rabies. Pemerintah daerah memprioritaskan tindakan pencegahan karena potensi penyebaran virus dari wilayah luar masih sangat tinggi.

Kusbiono menegaskan bahwa kawasan perbatasan menjadi perhatian utama dalam pemetaan tindakan preventif ke depan. Petugas medis berencana memperketat pengawasan lalu lintas hewan peliharaan di jalur-jalur masuk wilayah.

“Karena di Jawa Barat dan Jawa Timur kan belum bebas, jadi kita juga mengupayakan nantinya akan ada vaksinasi di daerah perbatasan,” tegas Kusbiono.

Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, turut menyoroti bahaya nyata dari infeksi virus rabies terhadap keselamatan warga. Ia mengingatkan bahwa penanganan medis harus dilakukan secara cepat sebelum gejala mematikan muncul.

“Kita tahu bahwa rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit ini dapat menular dari hewan kepada manusia dan dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. Penularannya dapat terjadi melalui gigitan hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, kera, maupun mamalia lainnya,” tutur Lintarti.

Target Lima Titik Pelayanan

Kesadaran warga Banyumas dalam menjaga kesehatan anabul terbukti sangat tinggi pada gelaran kali ini. Panitia mencatat ada 148 pendaftar yang membawa total 280 ekor hewan peliharaan.

“Alhamdulillah hari ini pendaftar mencapai 148 dengan jumlah hewan 280,” ungkap Lintarti.

Pemkab Banyumas menargetkan pelaksanaan program vaksinasi gratis ini tersebar di lima titik lokasi hingga akhir tahun 2026. Hingga Oktober 2026, petugas telah merampungkan pelayanan di tiga titik utama.

Dua titik lokasi sisanya akan segera menyusul secara bertahap dalam waktu dekat. Lintarti berharap seluruh pemilik hewan peliharaan dapat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal.

“Kurang 2 titik lagi. Jadi mudah-mudahan nanti bisa semuanya ter-cover, kemudian juga pemilik-pemilik hewan, utamanya kucing, kera, dan anjing itu bisa semuanya disuntik, divaksinasi untuk bebas rabies,” pungkas Lintarti.

Penulis: Kartika Nur Maulida

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here