BANYUMAS — Pemandangan memilukan terlihat di tengah krisis air bersih Banyumas yang semakin meluas pada Jumat (9/10/2026), di mana para lansia harus berjalan kaki sambil memikul ember bekas cat demi mendapatkan setetes air untuk bertahan hidup.
Perjuangan Warga di Tengah Gempuran Kemarau Ekstrem
Pemandangan ratusan ember, jeriken, hingga wadah plastik berukuran besar yang berjejer rapi di halaman perkampungan kini menjadi pemandangan harian yang lumrah di Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati. Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan usia, termasuk para lansia, terpaksa berjalan kaki membawa beban berat demi mendapatkan pasokan air bersih.
Kondisi ini mencerminkan betapa mendesaknya situasi di lapangan. Pemerintah Kabupaten Banyumas mencatat bahwa bencana kekeringan hingga memasuki pekan kedua Oktober 2026 kini telah meluas hingga memengaruhi puluhan ribu jiwa di berbagai wilayah.
Ancaman Nyata “El Niño Godzilla”
Meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan tidak lepas dari pengaruh anomali cuaca yang cukup kuat tahun ini. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menjelaskan bahwa skala bencana ini sudah hampir menyeluruh dan memaksa petugas bekerja tanpa kenal lelah setiap hari.
“Jadi sudah hampir menyeluruh ini di wilayah Kabupaten Banyumas, dan kita melakukan dropping setiap hari, dari pagi sampai pagi lagi,” tutur Dwi Irawan Sukma saat mendampingi penyaluran air pada Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan data BPBD Banyumas per Oktober 2026, kekeringan ini telah menerpa 85 desa atau kelurahan yang tersebar di 22 kecamatan. Angka tersebut meningkat dibandingkan data awal bulan yang mencatat 82 desa terdampak. Secara keseluruhan, ada sekitar 22.162 kepala keluarga atau setara dengan 76.425 jiwa yang harus merasakan dampak langsung kekurangan air bersih.
Distribusi Bantuan Terus Diguyur Nonstop
Guna meringankan beban masyarakat, pemerintah daerah bersama unsur terkait terus menggerakkan armada truk tangki air untuk menyambangi titik-titik perkampungan yang kering. Bahkan pada Jumat (9/10/2026), Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti turun langsung mengawasi proses penyaluran dua tangki air bersih di Desa Kalitapen agar bantuan tepat sasaran.
“Jadi penyaluran air bersih ini akan terus kami lakukan untuk membantu masyarakat sampai musim kemarau selesai,” ujar Dwi Asih Lintarti.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 6 juta liter air bersih telah berhasil disalurkan melalui 1.314 ritase pengiriman. Kendati demikian, tantangan masih besar mengingat kemarau panjang akibat fenomena El Niño diprediksi masih akan berlangsung hingga Februari mendatang.
Imbauan Hemat Air untuk Warga
Menghadapi situasi darurat yang diprediksi bertahan hingga awal tahun depan, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak membuang-buang air. Warga diminta untuk memprioritaskan penggunaan air hanya untuk kebutuhan yang paling esensial sehari-hari.
“Hemat air dan gunakanlah air untuk hal-hal yang penting dan wajib,” pesan Dwi Asih Lintarti kepada warga.
