Akselerasi pembangunan fasilitas kesehatan di daerah terus dipacu melalui terobosan diplomasi internasional. Pemkab Banyumas resmi mengajukan proposal hibah alat medis buatan Iran untuk memperkuat operasional RSU Purwokerto Pabuaran.
Langkah strategis tersebut dibahas secara mendalam saat Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama rombongan melakukan kunjungan kerja resmi ke Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, rombongan Pemkab Banyumas disambut langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Peluang Peningkatan Layanan Medis
Kehadiran fasilitas kesehatan yang memadai menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Melalui penjajakan ini, RSU Purwokerto yang berada di kawasan Pabuaran diproyeksikan mendapatkan dukungan pengadaan alat kesehatan mutakhir.
Bupati Sadewo menjelaskan bahwa Iran memiliki kapasitas industri yang mumpuni dalam memproduksi berbagai peralatan penunjang medis berteknologi tinggi. Potensi inilah yang dibidik untuk mendongkrak kualitas layanan kesehatan masyarakat di Banyumas.
“Duta Besar Iran menunjukkan ketertarikan terhadap sejumlah tawaran kerja sama yang telah didiskusikan,” ujar Sadewo.
Tantangan Geopolitik Global
Kendati menunjukkan sinyal positif, proses realisasi bantuan luar negeri ini masih harus melalui jalan panjang. Pemerintah daerah menyadari adanya hambatan struktural yang bersifat internasional.
“Meski demikian, realisasi kerja sama masih bergantung pada perkembangan situasi dan kondisi yang memungkinkan kedua pihak menindaklanjuti rencana tersebut karena saat ini terkendala oleh pemblokiran sektor keuangan Iran oleh Amerika Serikat akibat situasi perang,” tambah Sadewo.
Sebagai langkah taktis berikutnya, Pemkab Banyumas berencana mengundang kembali Duta Besar Iran ke daerah untuk mematangkan substansi kerja sama, khususnya di sektor kebudayaan dan pengembangan fasilitas publik lainnya.
