Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Dekatkan Pelayanan: Pemprov Jateng Luncurkan Program Ngopeni Omah Ngelakoni Sesarengan

February 19, 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan inisiatif perluasan kanal aduan masyarakat bertajuk “Ngopeni Omah Ngelakoni Sesarengan”. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh aspirasi warga di wilayah Jawa Tengah dapat tertangani secara cepat, tepat, dan menyeluruh. Yang dilaksanakan turut hadiri acara gubernur menyapa rumah rakyat yang digelar di kantor cabdin pendidikan wilayah X banyumas pada (14/02/2026).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yaain menegaskan bahwa rumah dinas dan kantor gubernur sejatinya adalah “rumah rakyat”. Namun, dengan cakupan wilayah yang luas mulai dari Brebes hingga Rembang serta Cilacap pemerintah menyadari perlunya pendekatan pelayanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

Pada tahap awal, Pemprov Jateng menempatkan kanal aduan fisik di sejumlah lokasi strategis:
* Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X, VII, dan III difungsikan sebagai pusat penerimaan aduan masyarakat.
* Langkah ini ditujukan untuk menjangkau warga yang belum familiar dengan kanal digital seperti aplikasi Jateng Ngopeni
* Pemprov berkomitmen merespons setiap aduan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Kami ingin masyarakat merasa dekat dan diopeni. Jika hanya mengandalkan kantor di Semarang, waktu 24 jam tidak akan cukup untuk mendengar 18 juta warga dengan jarak tempuh yang jauh,” ujar Taj Yasin.

Konsep Sesarengan yang berarti bersama-sama menegaskan komitmen Pemprov untuk menampung seluruh persoalan masyarakat, termasuk yang secara teknis menjadi kewenangan Pemerintah Pusat maupun Kabupaten/Kota.

Aduan terkait pendidikan tingkat SD dan SMP akan diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai kewenangan.
Aduan mengenai isu lingkungan, seperti persoalan tambang di lereng Gunung Slamet yang perizinannya berada di tingkat pusat, akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh Pemprov.

Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian masalah melalui sinergi antarlevel pemerintah.

Selain memperluas layanan aduan, Pemprov Jateng juga memperkuat program Kecamatan Berdaya yang telah menjangkau 35 Kabupaten/Kota. Program ini berfokus pada:
* Bantuan Hukum & Paralegal ini dengan Penyediaan pos bantuan hukum di tingkat desa untuk menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
* Perlindungan Penyintas: Penggunaan istilah penyintas menggantikan korban untuk menjaga kepercayaan diri serta keberlanjutan pendidikan dan kehidupan sosial mereka.
* Keadilan Gender ditunjukan dengan Indeks Capaian Gender Jawa Tengah tercatat sebesar 93,00, melampaui rata-rata nasional. Meski demikian, peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan yang saat ini berada di angka 61,82% terus didorong.

“Perempuan di Jawa Tengah memiliki potensi besar dengan rata-rata lama sekolah yang lebih baik dibanding laki-laki. Kami ingin perempuan-perempuan berdaya ini benar-benar mengawal pembangunan Jawa Tengah,” pungkas Taj Yasin.

Melalui Ngopeni Omah Ngelakoni Sesarengan, Taj Yasin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif, responsif, dan berpihak pada masyarakat di seluruh pelosok Jawa Tengah.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here