Mudahkan Mobilitas Warga, Trans Banyumas Stasiun Purwokerto Resmi Masuk Area Stasiun

April 1, 2026
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memotong ronce melati meresmikan jalur bus Trans Banyumas di Pintu Barat Stasiun Purwokerto

Layanan Trans Banyumas Stasiun Purwokerto resmi beroperasi melalui pintu barat mulai Jumat (27/3/2026) sebagai upaya pemerintah daerah mendukung mobilitas masyarakat yang lebih murah dan ramah lingkungan. Kehadiran halte di area drop-off stasiun ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan warga pada kendaraan pribadi serta menekan kemacetan kota.

Langkah strategis ini memberikan kemudahan akses bagi para penumpang kereta api. Kini, warga yang menuju atau berasal dari Stasiun Purwokerto dapat berpindah moda transportasi dengan lebih praktis. Hal tersebut secara resmi berlaku sejak Jumat (27/3/2026) setelah melalui tahap uji coba yang matang pada Rabu (18/3/2026).

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, meresmikan langsung rute Trans Banyumas Stasiun Purwokerto ini. Beliau menekankan bahwa integrasi antarmoda merupakan kunci mobilitas masyarakat modern. Kehadiran layanan ini bertujuan agar transportasi publik menjadi lebih terjangkau bagi semua kalangan.

“Harapan Saya nanti tidak hanya Trans Banyumas, apakah Trans Jateng dari Purbalingga bisa juga masuk ke sini, pasti masyarakat akan lebih senang,” ujar Sadewo Tri Lastiono. Ia menambahkan bahwa tugas utama pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat luas. Sinergi ini juga menjadi langkah nyata untuk mengurangi kemacetan dan menekan emisi lingkungan.

Rute Koridor dan Fasilitas Integrasi Antarmoda

Pemerintah telah menyiapkan tiga koridor utama yang terintegrasi langsung melalui Pintu Barat stasiun. Koridor 1 melayani rute Ajibarang hingga ke pusat kota. Sementara itu, Koridor 3A dan 3B menghubungkan Terminal Bulupitu dengan area pendidikan seperti Unwiku dan UMP.

Pihak KAI Daop 5 Purwokerto turut menyambut positif kolaborasi infrastruktur ini. Menurut mereka, angkutan umum yang mumpuni adalah syarat mutlak bagi kemajuan sebuah kota. Fasilitas halte di pintu barat ini pun mengusung semangat penyatuan layanan transportasi.

“Dan alhamdulillah integrasi antar moda transportasi yang dicita-citakan dapat jua terwujud di Banyumas, yaitu di Stasiun Purwokerto,” ujar Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Mohamad Aie Fathurrochman. Beliau menegaskan bahwa semangat pembukaan akses ini adalah murni untuk semangat integrasi.

Tarif Terjangkau dan Sistem Pembayaran Cashless

Masyarakat dapat memantau rute bus Trans Banyumas secara real-time melalui aplikasi Mitra Darat. Untuk menjamin kenyamanan, waktu tunggu antarbus diatur berkisar antara 15 hingga 20 menit saja. Selain itu, sistem pembayaran pun sudah sepenuhnya menggunakan metode nontunai atau cashless.

Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, menjelaskan detail biaya perjalanan. Tarif Trans Banyumas 2026 dipatok sebesar Rp 3.900 untuk kategori umum. Namun, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus bagi kelompok rentan dan pelajar.

“Tarif khusus Rp 2.000 berlaku untuk anak-anak, pelajar, mahasiswa, lansia dan disabilitas yang menggunakan pembayaran dengan etoll yang telah didaftarkan,” ujar Ipoeng Martha Marsikun. Pengguna cukup memindai kode QR atau menggunakan kartu uang elektronik untuk menikmati layanan pintu barat Stasiun Purwokerto ini.

Kategori:
ARTIKEL · WISATA


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here