BANYUMAS – Sebanyak 1.040 pemudik dari wilayah Banyumas Raya resmi diberangkatkan menggunakan 21 armada bus melalui Terminal Bulupitu menuju Jakarta dan Bandung pada Sabtu (28/03/2026). Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa fasilitas gratis ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral untuk membantu masyarakat kembali beraktivitas di kota tujuan.
Meringankan Beban Ekonomi Pekerja
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arif Djatmiko, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara khusus menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang bekerja di sektor informal. Ribuan warga kini dapat kembali bekerja ke perantauan tanpa harus memikirkan biaya transportasi yang tinggi.
“Program ini bertujuan menurunkan risiko kecelakaan di jalan, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat pekerja informal, seperti asisten rumah tangga, buruh, hingga pedagang kecil agar bisa kembali ke perantauan dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya tinggi,” ujar Arif Djatmiko.
Melalui inisiatif Balik Rantau Gratis 2026, sebanyak 4.181 warga mendapatkan fasilitas bus gratis menuju Jakarta dan Bandung. Dari total armada yang tersedia, sebanyak 76 bus melayani tujuan Terminal Terpadu Pulo Gebang. Sementara itu, 8 bus lainnya mengantar penumpang menuju wilayah Bandung.
Kolaborasi Lintas Sektor di Terminal Bulupitu
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, turut mengapresiasi keberhasilan program balik gratis Jateng ini. Terminal Bulupitu Banyumas menjadi salah satu titik keberangkatan utama dengan memberangkatkan 21 bus. Sekitar 1.040 penumpang memanfaatkan fasilitas ini untuk kembali mencari nafkah di kota besar.
“Fasilitas gratis ini jelas meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Selain itu, program ini juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas serta memastikan pemudik dapat kembali ke perantauan dengan aman dan nyaman,” ujar Sadewo.
Keberangkatan dari Banyumas juga mencakup pemudik dari wilayah sekitar seperti Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, dan Cilacap. Keberhasilan mudik hemat 2026 ini tercapai berkat dukungan sektor swasta melalui dana CSR. Perusahaan daerah hingga badan amil zakat turut berkontribusi menyediakan armada tambahan.
Target Peningkatan Kuota di Masa Depan
Pemerintah melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap tiket balik gratis Jateng. Berdasarkan pantauan di lapangan, warga merasa sangat terbantu dengan adanya jaminan keamanan selama perjalanan. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan oleh pihak terkait.
Sadewo menegaskan bahwa pemerintah berencana menambah jangkauan program ini pada periode mendatang. “Evaluasi akan segera dilakukan untuk menghitung kemungkinan penambahan armada guna menjangkau lebih banyak masyarakat,” pungkasnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan mobilitas warga tetap produktif dan efisien.
