Optimalkan Penanganan ATS Banyumas, Camat dan Kades Kini Wajib Buru Anak Putus Sekolah

June 16, 2026
Suasana rapat koordinasi penanganan ATS Banyumas mengenai Program Pasti Sekolah yang dihadiri lintas sektor di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas.

Para camat dan kepala desa di seluruh Kabupaten Banyumas kini memikul tanggung jawab langsung untuk memburu dan mengembalikan anak-anak putus sekolah ke bangku pendidikan. Kebijakan tegas ini diambil Pemkab Banyumas guna memperkuat penanganan ATS Banyumas dalam rapat koordinasi pendidikan lintas sektor di Pendopo Sipanji, Selasa (9/6/2026).

Sinergi Lintas Sektor Sisir Anak Putus Sekolah

Oleh karena itu, pemerintah daerah langsung mengumpulkan seluruh elemen wilayah di Pendopo Sipanji. Langkah taktis ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mempercepat penyisiran anak-anak yang putus sekolah di tingkat desa. Pemkab Banyumas menilai bahwa validasi data dari tingkat bawah merupakan kunci utama keberhasilan program ini.

Rapat koordinasi pendidikan tersebut dihadiri oleh para camat, kepala desa, serta kepala pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Melalui pertemuan ini, semua pihak sepakat untuk bergerak bersama melakukan intervensi yang tepat sasaran. Penanganan ATS Banyumas kini tidak lagi bertumpu hanya pada Dinas Pendidikan, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri untuk menyelesaikan masalah ini. Pemkab Banyumas memerlukan komitmen nyata dari kepala desa dan camat guna memastikan semua anak kembali ke bangku sekolah,” ujar Bupati Sadewo saat memberikan arahan dalam rapat.

Selanjutnya, pemerintah daerah juga menyiapkan skema insentif dan kemudahan akses bagi anak-anak yang bersedia kembali belajar. Upaya ini mencakup penyediaan jalur pendidikan formal maupun nonformal yang fleksibel.

Strategi Taktis Menuju Target Zero ATS

Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri menjelaskan tengah memetakan faktor utama penyebab anak-anak tersebut meninggalkan bangku sekolah. Faktor ekonomi dan kurangnya motivasi disinyalir masih menjadi kendala terbesar di lapangan. Oleh sebab itu, sinergi atasi anak putus sekolah ini akan melibatkan intervensi bantuan sosial serta pendekatan psikologis kepada orang tua.

“Kami sudah menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan pendekatan persuasif secara langsung ke rumah-rumah warga. Dinas Pendidikan siap memfasilitasi kebutuhan administrasi dan penyusunan program belajar yang adaptif,” ujar Widodo.

Sebagai langkah penutup, Pemkab Banyumas menegaskan akan mengevaluasi progres gerakan ini secara berkala setiap bulan. Komitmen bersama ini diharapkan mampu menuntaskan persoalan anak tidak sekolah secara permanen. Alhasil, masa depan generasi muda di Kabupaten Banyumas dapat lebih terjamin melalui akses pendidikan yang inklusif dan merata.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here