Sensus Ekonomi 2026: BPS Banyumas Buru Data Pelaku Usaha Online yang “Tak Kasat Mata”

June 25, 2026
Barisan petugas lapangan mengenakan rompi hitam bertuliskan Petugas Sensus Ekonomi mengikuti Apel Besar di GOR Satria Purwokerto Banyumas.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas secara khusus membidik sektor industri digital tersembunyi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang resmi dimulai pada Senin (15/6/2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk memetakan potensi riil ekonomi digital Banyumas yang selama ini kerap bergerak di balik layar dan luput dari pendataan konvensional. Momentum pelacakan bisnis virtual ini ditandai dengan Apel Besar ribuan petugas lapangan bersama Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di GOR Satria Purwokerto.

Pemerintah Kabupaten Banyumas secara resmi memulai pencanangan (Kick Off) agenda strategis nasional ini melalui Apel Besar di GOR Satria Purwokerto. Momentum tersebut menjadi langkah awal bagi ribuan petugas untuk menyisir seluruh aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, akurasi pendataan di lapangan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa data hasil sensus sepuluh tahunan ini sangat berharga untuk masa depan daerah. Hasil pembaruan data tersebut akan menentukan arah kebijakan pembangunan serta investasi secara menyeluruh. Selanjutnya, pemerintah bakal memanfaatkan data ini untuk merancang program yang menyentuh langsung ke masyarakat.

“Data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan, pengambilan keputusan investasi, perencanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga evaluasi berbagai program pemerintah,” ujar Sadewo Tri Lastiono saat memimpin apel.

Memburu Sektor Ekonomi Digital Banyumas yang Tersembunyi

Berbeda dengan sensus sebelumnya, BPS Kabupaten Banyumas kini menaruh perhatian khusus pada perkembangan teknologi. Mereka berkomitmen untuk melacak seluruh potensi ekonomi digital Banyumas secara mendalam. Langkah inovatif ini bertujuan agar aktivitas bisnis modern tidak luput dari catatan negara.

Kepala BPS Kabupaten Banyumas, Moh. Fatichuddin, menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mendeteksi usaha virtual. Banyak aktivitas perdagangan digital yang beroperasi tanpa toko fisik. Akibatnya, petugas lapangan harus lebih jeli dan proaktif selama proses wawancara.

“Untuk Sensus Ekonomi 2026 ini kita mencoba menggali sektor industri digital. Kami berharap pada masyarakat apabila mereka melakukan kegiatan ekonomi digital, tolong diinformasikan juga. Karena sektor ekonomi digital cenderung bergerak di balik layar, sehingga mungkin tidak terlihat secara langsung oleh para petugas,” ujar Moh. Fatichuddin.

Oleh sebab itu, kesadaran para pelaku usaha online sangat menentukan keberhasilan pemetaan ini. Partisipasi aktif mereka akan membantu pemerintah dalam menyusun regulasi industri kreatif yang tepat sasaran. Selain itu, keterbukaan informasi juga dapat membuka peluang insentif usaha di masa mendatang.

Kesiapan Ribuan Petugas Menyisir Ribuan RT

Untuk menjangkau seluruh wilayah, institusi ini mengerahkan sebanyak 1.872 petugas sensus terlatih. Mereka memikul tanggung jawab besar untuk mendata lebih dari 11.000 Rukun Tetangga (RT) di Banyumas. Secara teknis, setiap petugas akan mengampu sekitar 7 hingga 8 RT atau setara dengan 300 kepala keluarga.

Seluruh personel lapangan juga telah menyelesaikan program pelatihan intensif sebelum terjun langsung. Mereka membawa misi untuk menyajikan data yang jujur, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di samping itu, mereka wajib menjaga kenyamanan warga selama proses pendataan berlangsung.

“Kami sudah dibekali dengan pelatihan mengenai berbagai materi tata cara pengolahan data dan lain sebagainya. Kami siap terjun langsung ke masyarakat, menjadi petugas sensus yang santun, jujur dan bisa menjaga kerahasiaan data masyarakat Banyumas,” ujar Rofii Muzaki, salah satu petugas dari Kelurahan Sokanegara.

Agenda masif Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Banyumas ini bakal berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Melalui sinergi kuat antara petugas dan masyarakat, daerah ini optimistis mampu menghasilkan basis data ekonomi yang berkualitas demi pembangunan masa depan.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here