Jembatan Sungai Lopasir Banyumas Senilai Rp6,2 Miliar Mulai Dibangun untuk Pulihkan Urat Nadi Ekonomi

July 7, 2026
Spanduk ground breaking penggantian Jembatan Sungai Lopasir di Kecamatan Jatilawang Banyumas dengan latar belakang kondisi jembatan lama yang runtuh.

Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi menggelontorkan anggaran kontrak sebesar Rp6,2 miliar untuk memulai konstruksi fisik Jembatan Sungai Lopasir guna mengakhiri keterbatasan akses warga Desa Adisara dan Desa Karanglewas sejak Jumat (26/6/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai solusi jangka panjang untuk memulihkan mobilitas harian dan konektivitas ekonomi masyarakat antardesa yang sempat terputus akibat bencana alam.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas resmi memulai pembangunan jembatan baru ini melalui proses peletakan batu pertama. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, memimpin langsung jalannya acara groundbreaking tersebut bersama anggota DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, pada Jumat (26/6/2026). Langkah nyata ini sekaligus menjadi penanda komitmen Pemkab Banyumas 2026 dalam mempercepat pemerataan pembangunan di tingkat desa.

Sebelumnya, masyarakat harus bertaruh nyawa akibat runtuhnya jembatan lama pada 24 November 2022 lalu. Oleh karena itu, warga setempat secara swadaya mendirikan jembatan darurat yang terbuat dari bambu dan kayu. Meskipun sangat berisiko, jalur darurat tersebut terpaksa tetap digunakan demi menjaga urat nadi aktivitas sehari-hari.

Urgensi Jembatan Sungai Lopasir bagi Ekonomi Warga

Selanjutnya, keberadaan infrastruktur yang mumpuni ini memegang peranan yang sangat vital bagi mobilitas antardesa. Jalur ini tidak hanya menghubungkan Desa Adisara dan Desa Karanglewas, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Selain itu, infrastruktur ini mendukung penuh kelancaran distribusi hasil pertanian serta memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.

“Mari kita jadikan momentum groundbreaking ini sebagai awal semangat baru untuk terus membangun Banyumas. Semoga pembangunan jembatan berjalan lancar dan dapat selesai tepat waktu,” ujar Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.

Di sisi lain, respons positif juga datang langsung dari pihak pemerintah desa setempat. Kepala Desa Karanglewas, Dwi Noto Sugiono, mengaku sangat bersyukur atas dimulainya proyek fisik ini. Menurutnya, fasilitas publik ini merupakan instrumen utama yang akan memulihkan produktivitas warganya.

“Saya berharap mudah-mudahan jembatan ini nantinya dapat dipergunakan oleh masyarakat dengan sebaik mungkin,” ujar Dwi Noto Sugiono.

Detail Anggaran dan Target Rampung Info Infrastruktur Banyumas

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas memaparkan data teknis terkait pengerjaan fisik proyek tersebut. Proyek Jembatan Sungai Lopasir ini awalnya sempat mengalami kendala teknis berupa gagal lelang pada Desember 2025. Namun, pihak dinas terkait bergerak cepat melakukan proses lelang ulang sejak April hingga Juni 2026.

“Sebenarnya jembatan ini sudah masuk anggaran strategis, kegiatan strategis yang harus dilakukan lelang dini di bulan Desember 2025. Karena sesuatu hal secara teknis mengalami sesuatu gagal lelang sehingga kami melaksanakan kegiatan lagi untuk dilakukan lelang,” ujar Kepala DPU Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo.

Sebagai informasi tambahan, nilai pagu awal untuk proyek jembatan ini mencapai Rp8,9 miIiar. Meskipun demikian, Pemkab Banyumas berhasil menyepakati nilai kontrak kerja sebesar Rp6,2 miIiar. Akhirnya, pihak kontraktor wajib menyelesaikan seluruh proses konstruksi selama 180 hari kalender, yang terhitung sejak 17 Juni hingga target rampung pada 13 Desember 2026 mendatang.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here