SUMBANG – Kompleks pendidikan khusus warga tidak mampu di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, kini resmi dilengkapi asrama modern, laboratorium canggih, hingga lapangan mini soccer. Pemerintah Kabupaten Banyumas memastikan seluruh sarana mewah tersebut siap digunakan sejak hari pertama tahun ajaran baru setelah ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti, Jumat (3/7).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menghadirkan sekolah gratis kualitas premium di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang tersebut. Selanjutnya, progres pembangunan fisik fasilitas Sekolah Rakyat Banyumas ini sudah mencapai tahap akhir sekitar 90 persen. Oleh karena itu, seluruh sarana penunjang dipastikan siap menyambut kegiatan belajar mengajar pada Juli mendatang.
Selain itu, kompleks pendidikan ini menawarkan standar sarana yang sangat mewah bagi para siswa. Bahkan, fasilitas Sekolah Rakyat Banyumas mencakup ruang pembelajaran modern, laboratorium bahasa, komputer, hingga asrama putra dan putri. Pemerintah juga membangun lapangan basket, mini soccer, gedung serbaguna, kantin, hingga tempat ibadah di dalam area sekolah.
Tentu saja, kelengkapan sarana ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendongkrak mutu pendidikan daerah.
“Fasilitasnya lengkap jadi memang sangat bagus dalam menunjang proses pembelajaran nantinya,” ujar Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti.
Sekolah Khusus Keluarga Miskin dengan Seleksi Ketat
Sebagai informasi, proyek strategis ini merupakan sekolah khusus keluarga miskin yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2. Oleh sebab itu, Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial setempat menerapkan filter ketat untuk menentukan calon siswa yang layak. Dengan demikian, fasilitas mewah tersebut benar-benar tepat sasaran bagi keluarga yang sangat membutuhkan.
Untuk memastikan keadilan sosial, pemerintah daerah melakukan verifikasi kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
“Nah ini dari kementerian sosial (Kennesos), kemudian dinas sosial, itu sudah melaksanakan pemilihan atau filter mulai keluarga tidak mampu, kemudian jumlah keluarganya berapa, kemudian dia punya beban pinjaman berapa, dan sebagainya,” ujar Sekretaris Daerah Banyumas, Agus Nur Hadie.
Antusiasme Tinggi dan Kesiapan Operasional
Sementara itu, antusiasme masyarakat terhadap info banyumas hari ini mengenai program pendidikan gratis tersebut terbukti sangat tinggi. Saat ini, kuota siswa jenjang SMP dan SMA sudah terjangkau penuh sebanyak masing-masing 90 anak dari ratusan peminat. Namun demikian, jenjang SD baru menjangkau 25 siswa karena banyak orang tua belum tega melepas anaknya ke sistem asrama.
Menyikapi kekosongan kuota SD tersebut, pengelola sekolah langsung mengambil langkah cepat dan solutif.
“Karena kemarin yang saya pahami sudah diajukan permohonan kepada Kementerian Sosial untuk kekurangannya ini dialokasikan untuk SMP dan SMA,” ujar Kepala Sekolah Rakyat Banyumas, Siti Isbandiyah.
Terlepas dari dinamika kuota tersebut, seluruh jajaran tenaga pendidik dan sarana prasarana kini sudah siap sepenuhnya. Selanjutnya, proses belajar mengajar akan langsung berjalan memanfaatkan fasilitas yang sudah selesai dikerjakan. Harapannya, kehadiran fasilitas Sekolah Rakyat Banyumas ini mampu menjadi gerbang kesuksesan baru bagi anak-anak kurang mampu di wilayah tersebut.
