BANYUMAS – Kabupaten Banyumas menjadi pemerintah daerah pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie, meluncurkan sistem mutakhir pada Portal Satu Data Dimas Satria di Aula FPIS Universitas Amikom Purwokerto, Rabu (1/7/2026).
Inovasi Pemkab Banyumas ini resmi meluncur di Aula FPIS Universitas Amikom Purwokerto pada Rabu (1/7/2026). Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, hadir langsung memimpin peluncuran portal data generasi terbaru tersebut. Langkah strategis ini sekaligus menandai babak baru kecerdasan buatan pelayanan publik di tingkat pemerintah daerah.
Sebelumnya, portal satu data di daerah tersebut masih menggunakan basis situs web konvensional. Akibatnya, warga seringkali mengalami kesulitan saat mencari data atau dokumen yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, adopsi teknologi mutakhir ini menjadi solusi jitu untuk menyederhanakan akses informasi.
Terobosan Pertama di Indonesia
Ketua Panitia Kegiatan, Prof. Taqwa Hariguna, menegaskan pentingnya lompatan teknologi ini. Menurutnya, integrasi teknologi ini menjadi satu-satunya yang ada di tanah air. Bahkan, inovasi tersebut menjadi pelopor pemanfaatan teknologi pintar pada sistem data milik pemerintah daerah.
“Saat ini ada fenomena di mana masyarakat langsung bertanya ke AI saat bingung mencari informasi. AI mampu menyajikan data kuantitatif yang akurat bahkan memberikan saran yang interaktif untuk kemudian didiskusikan lebih lanjut,” ujar Prof. Taqwa Hariguna.
Melalui fitur pintar tersebut, warga kini bisa melakukan tanya jawab interaktif secara langsung. Sistem dalam portal Dimas Satria Banyumas ini juga memuat informasi layanan publik yang lengkap. Selain itu, platform ini sudah terhubung secara langsung dengan sistem pembayaran digital daerah.
Pangkas Kerumitan dan Hemat Anggaran
Gagasan segar ini awalnya tumbuh dari ide akademik Sekda Banyumas saat menempuh perkuliahan. Selanjutnya, ide tersebut mendapat dukungan penuh dari pimpinan daerah. Pemkab Banyumas berkomitmen kuat untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang sangat cepat.
“Dulu berbasis web, kalau orang mencari data itu susah dan ribet. Di musim AI sekarang ini, kita adopsi teknologinya. Jika dulu mencari data di portal terasa rumit, sekarang dengan AI semua informasi bisa diakses dengan jauh lebih mudah dan cepat,” ungkap Sekda Banyumas Agus Nur Hadie.
Selain mempermudah masyarakat, Portal Satu Data Banyumas AI ini membawa dampak positif bagi internal birokrasi. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini menggunakan sistem pintar tersebut secara bersama-sama. Efeknya, pemerintah dapat memangkas pengeluaran rutin secara signifikan.
“Pemanfaatan AI secara bersama-sama ini diharapkan dapat menekan biaya operasional menjadi tidak terlalu tinggi. Pemerintah juga mengharapkan feedback dari pemanfaatan teknologi ini agar roda ekonomi daerah dapat berkembang lebih baik,” tambah Agus Nur Hadie.
Melalui peluncuran inovasi mandiri ini, Pemkab Banyumas membuktikan keseriusannya dalam membangun tata kelola modern. Pemerintahan yang transparan dan berbasis data kini bukan lagi sekadar rencana. Hasilnya, pelayanan masyarakat kini menjadi jauh lebih cepat, responsif, dan adaptif.
