Ratusan kursi sekolah berasrama megah berfasilitas gratis di Kabupaten Banyumas terancam tak terisi penuh setelah jangkauan peserta didik tingkat SD belum optimal. Pemerintah daerah kini resmi mengalihkan sisa kuota tersebut ke jenjang yang lebih tinggi demi memastikan tidak ada hak pendidikan warga miskin ekstrem yang terbuang sia-sia.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas, Siti Isbandiyah, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk penyesuaian lapangan. Semula pihaknya menargetkan alokasi penerimaan sebanyak 270 siswa baru untuk tahun ajaran ini. Namun, belum optimalnya penjangkauan anak usia SD membuat pengelola langsung mengalihkan kuota tersebut untuk jenjang SMP dan SMA.
“Jumlah siswa sampai hari ini, dari SD sampai SMA sejumlah 299 orang. Dengan rincian 249 siswa baru dan 50 siswa eksisting. Ini masih data bergerak, karena masih penjangkauan untuk pemenuhan alokasi peralihan dari kuota SD ke SMP dan SMA,” ujar Siti Isbandiyah.
Pintu Pendaftaran Masih Terbuka bagi Keluarga Desil 1 dan 2
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bergerak cepat merespons pengalihan kuota ini. Ia meminta jajarannya mempercepat proses pemenuhan alokasi peserta didik agar fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Sadewo menegaskan bahwa seluruh anak dari keluarga miskin ekstrem berhak mendapatkan layanan pendidikan berkualitas di sekolah ini.
“Jadi untuk orang tua yang masuk desil 1 dan 2 yang anak-anaknya belum mendapatkan sekolah, dan selama di sini masih ada kursi, monggoh, jangan ragu-ragu. Ini sekolah yang luar biasa, fasilitas gedungnya dan guru-gurunya sangat berkualitas,” ujar Bupati Sadewo Tri Lastiono.
Ia menilai gedung sekolah terpadu yang berlokasi di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang ini memiliki kualitas fisik sangat representatif. Fasilitas pendukung mulai dari asrama putra-putri, laboratorium komputer, tempat ibadah, hingga lapangan olahraga telah berdiri kokoh dan siap pakai.
“Ini sekolah rakyat, tapi luar biasa gedungnya megah sekali. Tadi sudah dicek semua fasilitasnya, untuk listrik dan air sudah siap, kemudian dapur untuk sementara catering,” kata Bupati Sadewo.
Pembukaan Dimajukan, Penggemblengan Mental Dimulai
Seiring finalisasi data siswa, pihak sekolah juga mempercepat jadwal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Jadwal pembukaan MPLS yang semula direncanakan pada 30 Juli, kini dimajukan menjadi Rabu, 29 Juli 2026.
Percepatan jadwal ini dilakukan karena seluruh sarana fisik pendukung belajar-mengajar maupun asrama sudah dinyatakan matang. Setelah sesi pembukaan, para siswa akan langsung menjalani kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebelum memulai masa pembelajaran efektif pada 1 Agustus 2026.
Tak hanya itu, para siswa asrama juga bakal mendapatkan pembekalan mental khusus lewat Program Bakti Taruna. Program kolaborasi ini melibatkan jajaran Taruna Akademi Militer (Akmil) hingga Akpol untuk menanamkan kedisiplinan dan karakter kemandirian sejak dini.
