Penyebab Tribun Speedfest Ambruk Buka Suara: Drifter Tak Salah!

July 28, 2026
Panitia Speedfest menyampaikan klarifikasi penyebab tribun VIP ambruk saat konferensi pers di Banyumas.

Panitia Speedfest secara tegas membantah tuduhan publik yang mengaitkan aksi para drifter sebagai pemicu ambruknya tribun VIP di Kabupaten Banyumas. Pihak penyelenggara memastikan insiden tragis yang melukai puluhan penonton tersebut murni terjadi setelah seluruh rangkaian acara selebrasi resmi berakhir. Pernyataan resmi tersebut disampaikan saat gelaran konferensi pers yang dilaksanakan Senin (27/07/2026).

Buka Suara dan Pasang Badan untuk Drifter

Ketua Pelaksana Speedfest, Yoshua Ernest Yonathan, menyampaikan keprihatinan sekaligus permohonan maaf yang mendalam atas tragedi tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa insiden robohnya tenda tribun sama sekali tidak berkaitan dengan aksi para peserta di lapangan.

“Terkait dengan seremonial selebrasi, hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam event drifting yang selama ini telah menjadi bagian dari penyelenggaraaan event-event drifting sebelumnya. Namun, kejadian ini tidak ada hubungannya dengan para peserta. Para peserta hanya mengikuti rangkaian kegiatan sesuai dengan jadwal yang pelaksanaannya telah disiapkan oleh panitia,” ujar Yoshua.

Yoshua menjelaskan bahwa parade maupun pembagian hadiah untuk penonton telah selesai sebelum musibah terjadi. Oleh karena itu, masyarakat tidak sepatutnya menyalahkan para drifter atas ambruknya tribun VIP tersebut,

“Jadi dari para drifter itu bukan dipihak yang disalahkan,  karena pembagian hadiah itu sudah selesai. Lalu setelah pembagian itu, tribun itu baru roboh, jadi untuk parade selebrasi itu bukanlah penyebabnya,” tegas Yoshua.

Gandeng Kepolisian Usut Penyebab Utama

Senada dengan Yoshua, Wakil Ketua Pelaksana Putri Danizar menegaskan bahwa aksi pembagian souvenir atau selebrasi merupakan hal yang lazim pada setiap ajang drifting. Pihaknya kini menyerahkan seluruh proses penyelidikan penyebab ambruknya tribun tersebut kepada pihak berwajib.

Panitia menegaskan akan bekerja sama secara penuh dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait. Langkah ini diambil guna mengungkap faktor teknis yang menyebabkan tribun VIP tersebut ambruk.

Hingga saat ini, tim penyidik masih terus mengumpulkan bukti dan menginvestigasi area kejadian. Panitia pun mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan tetap menunggu rilis resmi dari aparat.

“Kami juga menyadari bahwa kejadian ini menjadi evaluasi yang sangat penting,” tambah Yoshua.

Tanggung Jawab Penuh dan Pendampingan Korban

Selain mengklarifikasi penyebab kejadian, panitia Speedfest berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan para korban. Pihak penyelenggara memastikan tidak ada satupun korban yang terbeban oleh biaya rumah sakit.

“Kami terus melakukan pendampingan terhadap korban, dengan mendatangi rumah sakit dan mendampingi korban yang tersebar pada 11 rumah sakit di Kabupaten Banyumas untuk mengurus administrasi rumah sakit, bertemu korban, dan beberapa hari kedepan pastinya kami akan terus mendampingi korban semaksimal mungkin yang bisa kami lakukan,” ujar Putri Danizar.

Jaminan ganti rugi medis tersebut mencakup tindakan penanganan pertama, rawat inap, pembelian obat-obatan hingga operasi. Panitia menyiagakan tim khusus di setiap rumah sakit rujukan untuk memantau perkembangan kesehatan korban secara berkala.

Berdasarkan data terkini saat konferensi pers berlangsung, sebanyak 50 korban telah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang ke rumah. Sementara itu, 40 korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di 11 rumah sakit di wilayah Kabupaten Banyumas.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here