Liburan rombongan ke sejumlah destinasi ikonik di Banyumas kini bisa dinikmati dengan potongan harga besar-besaran setelah pemerintah daerah resmi mengguyurkan subsidi tarif tiket masuk yang disampaikan pada Temu Mitra Usaha Pariwisata Banyumas di Convention Hall Putra Sang Fajar, Kompleks Menara Teratai, pada Selasa (20/10/2026).
Pemerintah Kabupaten Banyumas mengambil langkah cepat untuk memulihkan sektor pariwisata daerah yang sempat mengalami penurunan kunjungan dalam beberapa tahun terakhir. Kebijakan strategis berupa pemotongan harga tiket masuk disiapkan untuk menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.
Program potongan tarif ini menyasar langsung kelompok pelancong yang menggunakan skema kunjungan rombongan. Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menjadi daya tarik utama untuk mengembalikan kejayaan destinasi lokal di kancah regional.
Mekanisme dan Target Destinasi Wisata
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menjelaskan bahwa program keringanan biaya masuk tersebut akan mulai diberlakukan secara efektif per 1 November 2026 mendatang. Kebijakan ini dirancang tidak sembarangan karena akan melalui tahap evaluasi berkala guna mengukur efektivitasnya di lapangan.
“Saya berharap kebijakan ini dapat menambah minat masyarakat untuk berkunjung,” ujar Dwi Asih Lintarti.
Potongan tarif sebesar 30 persen tersebut nantinya difokuskan pada dua titik destinasi utama yang dikelola oleh pemerintah daerah. Lokawisata Baturraden dan kawasan Menara Teratai menjadi lokasi utama penerapan program diskon rombongan wisata ini.
Kolaborasi dan Harapan Pelaku Usaha
Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas turut memperkuat langkah pemulihan melalui forum diskusi terbuka. Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Kusmantono, menyatakan bahwa kegiatan dialog ini melibatkan puluhan pemangku kepentingan guna membedah akar permasalahan secara transparan.
“Jadi kita ingin diskusi dengan para pelaku usaha sebenarnya permasalahannya itu ada dimana dan nanti ada dialog juga untuk mencari solusi pemecahan dari kegiatan ini,” ujar Kusmantono.
Pemerintah daerah juga mengimbau para pelaku usaha swasta seperti pengelola hotel dan restoran untuk mengambil langkah penyesuaian serupa. Sinergi lintas sektor ini diyakini mampu memberikan banyak pilihan menarik bagi para wisatawan yang datang ke Banyumas.
