Bupati Banyumas Minta Eksportir Lindungi Penderes Binaannya

July 15, 2025

Penderes nira kelapa masih menjadi salah satu perhatian utama yang diupayakan dalam perlindungan sosial oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas sebagai pekerja yang tergolong rentan kecelakaan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendorong pelaku usaha di sektor gula kelapa untuk aktif mendaftarkan para penderes sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono pada pertemuan bersama 14 eksportir, Senin (14/7/25) di Ruang Joko Kaiman, Pendopo Bupati Banyumas.

Sadewo dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen Pemkab untuk memperluas jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi para penderes yang selama ini menghadapi risiko tinggi dalam aktivitasnya.

‘’Penderes itu aset. Jadi Saya himbau dan dorong para eksportir untuk memberikan jaminan perlindungan sosial, melalui BPJS ketenagakerjaan kepada para penderes. Saya yakin mampu. Tinggal mau atau tidak,’’ ucapnya

Berdasarkan data yang dihimpun Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Banyumas, dari 21.910 penderes di Kabupaten Banyumas yang sudah masuk dalam BPJS ketenagakerjaan baru 6,699 atau 3 % dengan jumlah kecelakaan di bulan Januari sampai dengan Juli 2025 sebanyak 71 kasus

Menurut Kabag Kesra, Wakhyono pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar para penderes bisa mendaftar secara mandiri, namun banyak kendala di lapangan, terutama terkait kemampuan membayar iuran.

‘’Jadi hari ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melindungi para penderes. Bagaimana semua penderes di Banyumas dapat masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Nanti kami akan melakukan pendataan langsung ke perusahaan-perushaan eksportir untuk mensinkronkan data penderes,” ujarnya.

Setelahnya akan dilakukan juga validasi ulang data penderes bekerja sama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos Permades), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta pihak terkait lainnya sehingga tidak terjadi tumpang tindih data dan subsidi bisa tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati Sadewo juga membeberkan rencana jangka panjang Pemkab Banyumas, yakni mengganti pohon kelapa tinggi dengan varietas kelapa genjah untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

‘’Sudah mendapat mendapat dukungan CSR dari Jerman untuk penyediaan bibit kelapa genjah, tapi belum dikirim dari pusat. Kita tunggu nanti secara bertahap,’’ungkapnya.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here