Momentum usia satu abad lebih satu tahun dimanfaatkan RSUD Banyumas untuk meluncurkan fasilitas penunjang psikologis berupa perpustakaan bagi Pasien Thalassemia RSUD Banyumas, Kamis (30/4/2026). Hal ini selaras dengan tuntutan Bupati Sadewo Tri Lastiono agar rumah sakit rujukan di Jawa Tengah selatan ini tidak hanya unggul dalam pelayanan medis, tetapi juga kuat dalam tata kelola fasilitas publik.
RSUD Banyumas merealisasikan komitmen tersebut melalui penyediaan fasilitas ruang perpustakaan khusus di dalam Gedung Thalassemia. Selain itu, manajemen rumah sakit juga menyelenggarakan aksi donor darah secara berkala. Langkah ini bertujuan untuk mengamankan pasokan darah secara konsisten bagi para pasien. Oleh karena itu, langkah nyata ini menjadi angin segar bagi peningkatan kualitas hidup para penyandang Thalassemia di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Fasilitas Perpustakaan dan Jaminan Stok Darah
Pihak rumah sakit memahami bahwa pasien Thalassemia membutuhkan transfusi darah secara rutin dan berkala. Akibatnya, mereka harus menghabiskan banyak waktu di rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. Kehadiran ruang perpustakaan baru ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan ekstra sekaligus mengatasi kejenuhan pasien selama masa terapi.
Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti menjelaskan bahwa kenyamanan psikologis pasien merupakan bagian penting dari proses penyembuhan. Pihak manajemen terus berupaya mengintegrasikan layanan medis yang prima dengan fasilitas penunjang yang ramah pasien.
“Kami juga mengadakan donor darah yang kami laksanakan terutama untuk menyuplai kebutuhan darah pasien-pasien thalassemia,” tutur dr. Widyana Grehastuti.
Melalui program donor darah yang terencana, RSUD Banyumas aktif menjaga ketersediaan kantong darah. Langkah antisipatif ini meminimalkan risiko keterlambatan penanganan medis bagi pasien Thalassemia yang sangat bergantung pada donor darah.
Sinergi Pelayanan Kesehatan Inklusif
Upaya peningkatan fasilitas bagi pasien Thalassemia ini selaras dengan visi pelayanan publik yang adil dan merata. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono juga memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya peningkatan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh. Sadewo menuntut agar seluruh jajaran rumah sakit menjaga integritas dan profesionalitas dalam melayani masyarakat.
“Peran ini tentu tidak ringan. Dibutuhkan kesiapan dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, sistem pelayanan, hingga tata kelola yang profesional dan akuntabel,” tegas Sadewo.
Kemudian, dr. Widyana Grehastuti menambahkan bahwa seluruh program baru ini merefleksikan nilai-nilai pengabdian rumah sakit. RSUD Banyumas berkomitmen untuk berkontribusi secara nyata demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.
“Tema yang diusung pada tahun ini tidak hanya sekedar slogan, melainkan bentuk komitmen RSUD Banyumas untuk memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan masyarakat Banyumas yang memiliki produktivitas tinggi,” pungkas dr. Widyana Grehastuti.
