Pemerintah Kabupaten Banyumas mengikuti Uji Publik Keterbukaan Informasi yang digelar Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (26/11/2025) di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Banyumanik, Semarang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Para Kepala OPD terkait serta para Pejabat Pengelola Informasi dan Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Dalam kesempatan tersebut Sekda Banyumas memaparkan berbagai inovasi dan digitalisasi dalam keterbukaan informasi publik di Kabupaten Banyumas yang bermuara pada peningkatan pelayanan publik.
“Kami di Kabupaten Banyumas sangat berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten yang terbuka akan informasi,” ungkapnya.
Sementara itu bertindak sebagai panelis dalam kegiatan uji publik tersebut Prof Dr Ir Sri Puryono, K.S., M.P, Setiawan Hendra Kelana, S.Kom dan Dr Nanik Qosidah, S.E., M.Ak.
Ketua Komisi Informasi Jawa Tengah, Indra Asoka Mahendrayana, menyebut uji publik sebagai momentum penting untuk memastikan keterbukaan informasi menjadi budaya kerja dan roh tata kelola publik.
Dengan mengusung tema “Memperkuat Ekosistem Keterbukaan Informasi Publik untuk Mewujudkan Kebijakan Publik yang Berdampak”, Indra menekankan bahwa keterbukaan tidak cukup menghadirkan data, tetapi memastikan informasi dapat dipahami publik serta menjadi dasar kebijakan yang membawa perubahan.
Ia menjelaskan, kebijakan publik yang berdampak membutuhkan tiga unsur: data akurat yang mudah diakses, partisipasi publik yang bermakna, dan institusi yang berorientasi transparansi dan akuntabilitas. Tahun ini, Komisi Informasi menambahkan inovasi penilaian, mulai dari evaluasi website dan media sosial, Self Assessment Questionnaire (SAQ), uji kompetensi ketua PPID, hingga visitasi.
Uji Publik Keterbukaan Informasi tahun 2025 ini diikuti 102 badan publik yang terdiri dari para OPD di Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, RSUD Pemprov dan Kabupaten/Kota, Lembaga vertikal dan BUMD di Jawa Tengah.
