Peringatan Harganas Banyumas Tekan Fatherless, Pemkab Gaungkan Gerakan Ayah Wajib Hadir

July 24, 2026
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberikan sambutan dalam Peringatan Harganas Banyumas di GOR Satria Purwokerto.

PURWOKERTO — Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi menggaungkan gerakan “Ayah Wajib Hadir” untuk menekan fenomena fatherless atau minimnya peran ayah dalam pengasuhan anak. Kampanye nasional ini diluncurkan bertepatan dengan momentum peringatan Harganas Banyumas ke-33 di GOR Satria Purwokerto, Rabu (21/7).

Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar acara puncak ini di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto. Ribuan kader perempuan dan anggota PKK tampak memadati lokasi sejak pagi hari. Pemerintah Daerah memanfaatkan momentum ini untuk menggaungkan pentingnya peran keluarga. Selain itu, pimpinan daerah menegaskan kembali perlunya kehadiran figur ayah secara utuh dalam pengasuhan anak.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kehadiran orang tua menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Anak yang tumbuh dengan pendampingan utuh akan memiliki karakter yang jauh lebih kuat. Oleh karena itu, momentum ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh ayah di Kabupaten Banyumas untuk meluangkan waktu, mendengarkan, mendampingi, dan menjadi sahabat terbaik bagi anak-anak kita,” ujar Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

Soroti Fenomena Fatherless di Banyumas

Selanjutnya, Pemkab Banyumas mengangkat tema “Ayah Wajib Hadir” pada perayaan tahun ini. Langkah ini menjadi bentuk kampanye nasional untuk meningkatkan keterlibatan figur ayah. Pemerintah daerah melihat fenomena fatherless masih sering terjadi di tengah masyarakat. Akibatnya, minimnya peran ayah kerap memengaruhi perkembangan psikologis anak secara langsung.

Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas bergerak cepat menyikapi kondisi tersebut. Pihaknya terus mengagendakan sosialisasi hingga ke tingkat bawah. Tenaga lapangan dan posyandu menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pesan penting ini. Oleh sebab itu, kampanye masif ini menyasar seluruh lapisan masyarakat.

“Tema ini diangkat sebagai bentuk kampanye nasional dalam meningkatkan keterlibatan Ayah pada proses pengasuhan, pendidikan, perlindungan, serta tumbuh kembang anak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana dr. Dani Esti Novia.

Strategi Edukasi Digital dan Evaluasi Program

Di samping kegiatan tatap muka, pemerintah daerah memanfaatkan platform digital secara optimal. Pihaknya aktif mengunggah konten edukasi melalui Instagram, Facebook, hingga TikTok. Dengan demikian, pesan kampanye dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas. Langkah digital ini melengkapi sosialisasi rutin di tingkat puskesmas.

Namun, pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi. Pihaknya akan mengukur keberhasilan gerakan ini secara berkala. Evaluasi menyeluruh siap dilaksanakan guna melihat perubahan perilaku masyarakat di lapangan. Harapannya, ketahanan keluarga di Banyumas dapat terwujud secara nyata.

“Nanti kami akan melakukan evaluasi untuk melihat seberapa efektif kampanye ini mempengaruhi peran ayah dalam keluarga,” ujar dr. Dani Esti Novia.

Melalui perayaan Harganas Banyumas ini, pemerintah berharap seluruh keluarga dapat saling menguatkan. Sinergi antara ayah dan ibu menjadi kunci utama dalam mencetak generasi emas masa depan.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here