Ratusan atlet pelajar Kabupaten Banyumas bersiap merebut posisi puncak pada ajang POPDA Jateng 2026. Meski Pemerintah Kabupaten mematok target kenaikan peringkat yang cukup berat, para atlet justru diminta bertanding tanpa beban mental sedikit pun di lapangan.
Strategi Banyumas Mendobrak Papan Atas
Plt. Kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Junaidi, menjelaskan bahwa pihak dinas membawa misi besar untuk melompati capaian tahun lalu. Pada gelaran sebelumnya, kontingen SD Banyumas bertengger di peringkat ke-12 dengan raihan 4 medali. Sementara itu, tingkat SMP dan SMA berhasil menduduki posisi ke-5 se-Jawa Tengah.
Pemerintah daerah optimis mampu memperbaiki posisi tersebut pada ajang POPDA Jateng 2026. Junaidi menegaskan bahwa target baru ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran pelatih dan atlet.
“Harapannya prestasi Popda ada kenaikan, untuk kategori SD bisa masuk 5 atau 10 besar, sementara untuk SMP dan SMA bisa menduduki peringkat ke-3,” ujar Junaidi saat menyampaikan laporan resmi.
Pesan Wakil Bupati: Jaga Mental dan Hindari Beban
Menanggapi target tinggi tersebut, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti meminta para atlet tidak menjadikannya sebagai beban pikiran. Lintarti memahami betul bahwa perjuangan menembus level provinsi membutuhkan pengorbanan yang sangat panjang.
Pemerintah Kabupaten Banyumas memfasilitasi 344 atlet untuk berlaga pada 20 cabang olahraga unggulan. Para atlet akan bertanding di tiga wilayah penyelenggara, yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Pati pada 1 hingga 6 September 2026.
“Karena untuk sampai pada tahap ini tidaklah mudah. Untuk itulah, anak-anakku tidak boleh jumawa, lengah ataupun meremehkan lawan,” tegas Dwi Asih Lintarti di hadapan ratusan atlet.
Ia menambahkan bahwa fokus utama para atlet adalah menampilkan performa terbaik tanpa perlu mengkhawatirkan hasil akhir secara berlebihan.
“Saya juga berpesan tetap jaga kesehatan dan stamina, pertahankan kesiapan mental dan spiritual, junjung tinggi sportifitas, serta kobarkan spirit dan semangat juang yang membara,” tutur Dwi Asih Lintarti.
Peran Penting Pelatih di Balik Layar
Keberhasilan kontingen Banyumas tentu tidak lepas dari tangan dingin para pelatih yang mendampingi atlet sejak masa persiapan awal. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim pelatih atas kesabaran mereka dalam menggembleng talenta muda.
Lintarti mengimbau para pelatih untuk terus memberikan bimbingan moral dan teknis hingga seluruh pertandingan selesai. Pendampingan yang konsisten akan membantu atlet menjaga fokus dan ketenangan saat menghadapi persaingan ketat di arena provinsi.
“Saya juga berharap, para pelatih untuk selalu memberikan petunjuk, dan bimbingan kepada para atletnya, sehingga senantiasa bersemangat dan bisa meraih prestasi terbaik,” pungkas Dwi Asih Lintarti.
