PUNGGELAN – Seorang remaja di Punggelan yang terbaring lumpuh selama kurun satu tahun kaget saat rumahnya mendadak didatangi tim dokter spesialis asal Belanda bersama RSUD Banyumas. Kedatangan rombongan medis internasional ini membawa misi khusus untuk menyelamatkan nyawa pasien hemofilia yang bertaruh dengan waktu di daerah pelosok.
Penanganan Medis Langsung di Rumah Pasien
Tim gabungan mendatangi rumah pasien di Kecamatan Punggelan pada Rabu (7/10/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari Twinning Program yang didukung penuh oleh World Federation of Hemophilia (WFH).
Perwakilan WFH, Mrs. Merrel Timmer dan Dr. Lize Van Vulpen, hadir bersama dr. Fresti Oktanindi, Sp.A(K), dokter Hemato Onkologi Anak RSUD Banyumas. Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan RSUD Banyumas, Pujo Rohadi, S.Kep.Ns., juga ikut mengawal asesmen kesehatan tersebut.
Tim medis memeriksa kondisi fisik pasien secara menyeluruh, terutama kebutuhan rehabilitasi dan fisioterapinya. Pasien hemofilia B ini diketahui mengalami paraplegia hingga tidak dapat berjalan selama hampir satu tahun.
“Kunjungan tersebut dilakukan untuk menilai secara menyeluruh kondisi pasien, khususnya kebutuhan rehabilitasi dan fisioterapi, mengingat pasien telah mengalami paraplegia dan tidak dapat berjalan selama kurang lebih satu tahun,” ujar dr. Fresti Oktanindi, Sp.A(K).
Pemberian Obat Terapi dan Latihan Fisik
Selain mengevaluasi kondisi pasien, tim dokter memberikan suntikan obat pembeku darah (Octanine F) untuk mencegah perdarahan sendi. Tim fisioterapi lalu membimbing pasien berlatih menggunakan alat bantu jalan walker dan sepeda statis di dalam rumah.
Langkah jemput bola ini menjadi sangat penting agar terapi medis berjalan aman dan tepat sasaran. Kehadiran tim dokter ke rumah warga juga mempermudah penderita yang kesulitan berobat ke rumah sakit.
“Kehadiran tenaga medis dari RSUD Banyumas menjadi bagian penting dalam memastikan terapi dapat diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi pasien,” tutur Pujo Rohadi, S.Kep.Ns.
Skrining Genetik dan Penguatan Layanan Terpadu
Tim RSUD Banyumas tidak hanya fokus pada penanganan satu pasien. Mereka juga menggelar pemeriksaan kesehatan bagi anggota keluarga pasien untuk mendeteksi potensi kelainan pembekuan darah yang belum terdiagnosis.
Pemeriksaan dini ini bertujuan agar keluarga yang berisiko bisa langsung mendapatkan penanganan medis secara tepat. Melalui aksi langsung ke lapangan ini, RSUD Banyumas terus memperkuat layanan hemofilia yang berfokus pada kebutuhan dan kenyamanan pasien.
“Dari rumah pasien hingga jejaring internasional, RSUD Banyumas terus berkomitmen menghadirkan pelayanan hemofilia yang semakin komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan,” tegas dr. Fresti Oktanindi, Sp.A(K).
