Modernisasi Pendidikan, Purwokerto Jadi Pilot Project SPMB Online SD Banyumas

May 7, 2026
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberikan sambutan dalam upacara Hardiknas 2026 di halaman Pendopo Si Panji Purwokerto.

BANYUMAS – Wilayah Eks-Kotip Purwokerto resmi menjadi lokasi percontohan pertama penerapan sistem SPMB Online SD Banyumas di Jawa Tengah untuk meningkatkan efisiensi pendaftaran sekolah. Langkah strategis ini diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) guna memperkuat fondasi pendidikan bermutu untuk semua.

Pemerintah Kabupaten Banyumas secara resmi meluncurkan sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online khusus untuk jenjang Sekolah Dasar. Langkah berani ini menjadikan Banyumas sebagai satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang menerapkan digitalisasi pendaftaran SD secara penuh pada tahun 2026. Pilot project ini menyasar wilayah Eks Kotip Purwokerto sebagai langkah awal transformasi pendidikan.

“Kabupaten Banyumas tahun ini menjadi satu-satunya Kabupaten se-Jawa Tengah yang melaksanakan SPMB Online untuk tingkat SD,” ujar Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, usai memimpin upacara Hardiknas di Halaman Pendopo Si Panji, Sabtu (2/5/2026).

Langkah Strategis Menuju Pendidikan Inklusif

Sistem SPMB Online SD Banyumas bertujuan menciptakan proses seleksi yang lebih transparan dan akuntabel. Pemerintah ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi. Oleh karena itu, seluruh pihak terkait telah menandatangani pakta integritas guna mendukung regulasi tersebut.

Bupati Sadewo menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian integral dari upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Program ini juga memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan Trilas Program Pasti Sekolah. “Setiap anak di Banyumas harus mendapatkan akses pendidikan yang layak, tanpa terkecuali,” tegas Bupati Sadewo.

Digitalisasi dan Kualitas Pembelajaran

Selain mempermudah cara daftar sekolah online SD, pemerintah juga fokus pada kualitas infrastruktur digital di dalam kelas. Saat ini, berbagai sekolah di Banyumas mulai memanfaatkan bantuan Papan Interaktif Digital (IFP) hibah dari Kemendikdasmen. Fasilitas tersebut mendukung penerapan metode deep learning yang menjadi prioritas nasional.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Amrin Ma’ruf, menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong pemerataan layanan pendidikan. Selain PPDB SD Purwokerto 2026, dinas terkait juga memperkuat akses bagi kelompok rentan melalui beasiswa. Hal tersebut merupakan bentuk nyata dari inovasi pendidikan Banyumas yang menyeluruh.

“Kami akan terus dorong untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari layanan pendidikan, baik dari sisi akses, fasilitas, maupun kualitas pembelajaran,” pungkas Amrin Ma’ruf.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here