Perdana Jangkau Pangandaran dan Libatkan Mahasiswa Lintas Kampus
PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto resmi melepas 2.336 mahasiswa untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan ke-58 Tahun 2026. Mereka diterjunkan ke berbagai daerah pengabdian baik di Jawa Tengah, Jawab Barat, Nasional hingga Internasional.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ansori, dalam laporannya menjelaskan bahwa seluruh peserta akan melaksanakan pengabdian masyarakat selama 40 hari, mulai 16 Juli hingga 24 Agustus 2026. KKN Berdampak Angkatan ke-58 ini menjadi salah satu yang terbesar sekaligus paling bersejarah sejak UIN Saizu berdiri.

Menurutnya, selain menjangkau lima kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Barat, program ini juga mencatat sejumlah tonggak penting, mulai dari keikutsertaan perdana mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), pelaksanaan KKN Kolaborasi bersama lima perguruan tinggi, hingga perluasan wilayah pengabdian ke Kabupaten Pangandaran.
Mengusung tema “Saizu Memberdaya: Menguatkan Umat, Menghijaukan Desa, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat”, ribuan mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat desa melalui pendekatan kolaboratif, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
“KKN Berdampak Angkatan ke-58 diikuti sebanyak 2.336 mahasiswa. Mereka akan melaksanakan pengabdian selama 40 hari mulai hari ini hingga 24 Agustus 2026,” ujar Prof. Ansori saat Pelepasan Mahasiswa KKN Berdampak Angkatan ke-58 Tahun 2026, di Halaman Rektorat UIN Saizu, Rabu (15/7/2026).
Pelepasan mahasiswa KKN dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, perwakilan empat kabupaten, para tokoh agama dan masyarakat serta jajaran pimpinan di UIN Saizu Purwokerto. Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Prof. Sunhaji.
Menurut Prof. Ansori, pelaksanaan KKN tahun ini juga akan bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga mahasiswa diharapkan mampu berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di desa. “Kami berharap kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu menjadi bagian dari pembangunan desa,” katanya.
Prof. Ansori menjelaskan, sebanyak 1.790 mahasiswa ditempatkan di empat kabupaten di Jawa Tengah. Adapun rinciannya meliputi Kabupaten Banyumas sebanyak 517 mahasiswa, Kabupaten Purbalingga sebanyak 408 mahasiswa, Kabupaten Banjarnegara sebanyak 420 mahasiswa dan Kabupaten Kebumen sebanyak 445 mahasiswa.
Sementara itu, 446 mahasiswa lainnya ditempatkan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Penempatan mahasiswa di Pangandaran menjadi sejarah baru dalam pelaksanaan KKN UIN Saizu Purwokerto, karena untuk pertama kalinya wilayah tersebut menjadi lokasi pengabdian mahasiswa. “Ini pertama kalinya kami menempatkan mahasiswa KKN di Kabupaten Pangandaran,” jelasnya.
Menurutnya, perluasan wilayah pengabdian tersebut merupakan bagian dari komitmen universitas untuk memperluas kontribusi akademik kepada masyarakat lintas daerah sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah. Pelaksanaan KKN Berdampak Angkatan 58 juga menjadi tonggak penting bagi pengembangan akademik UIN Saizu.

Prof. Ansori mengatakan, untuk pertama kalinya mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) ikut diterjunkan dalam kegiatan KKN. Keikutsertaan mahasiswa Fakultas Saintek menjadi bukti bahwa pengembangan fakultas baru tersebut telah memasuki tahap implementasi pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“KKN Angkatan 58 merupakan KKN yang bersejarah karena untuk pertama kalinya Fakultas Saintek mengikuti kegiatan ini,” ujarnya. Dia menjelaskan Fakultas Saintek merupakan fakultas baru yang berlokasi di Kampus II UIN Saizu Purbalingga. Pengembangan kampus tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sebelumnya menghibahkan lahan bagi pengembangan kampus.
Saat ini Fakultas Saintek telah membuka empat program studi, yaitu Informatika, Arsitektur, Ilmu Lingkungan serta Perpustakaan dan Sains Informasi. Keempat program studi tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang teknologi, lingkungan, dan informasi sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Selain melibatkan mahasiswa internal, UIN Saizu juga menghadirkan konsep KKN Kolaborasi. Sebanyak 131 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ikut bergabung dalam program pengabdian tersebut. Setelah prosesi pelepasan, seluruh mahasiswa langsung diberangkatkan menuju lokasi KKN pada hari yang sama dan mulai menjalankan aktivitas pengabdian keesokan harinya.
Mereka berasal dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebanyak 80 mahasiswa, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebanyak 10 mahasiswa, UIN Walisongo Semarang sebanyak 6 mahasiswa, UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan sebanyak 20 mahasiswa dan Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Madura sebanyak 15 mahasiswa.
Menurut Prof. Ansori, kehadiran mahasiswa dari berbagai kampus akan memperkuat pertukaran pengalaman, wawasan, serta model pemberdayaan masyarakat yang lebih inovatif. Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta kolaborasi yang akan menjalankan pengabdian bersama mahasiswa UIN Saizu.
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
