Optimalkan Peran Ayah dalam Keluarga, Pemkab Banyumas: Jangan Diganti Gadget!

July 7, 2026
Sekda Banyumas Agus Nur Hadie memberikan amanat upacara Hari Keluarga Nasional tentang peran ayah dalam keluarga di Pendopo Si Panji Purwokerto.

Gawai tidak boleh menggantikan posisi orang tua dalam mendidik anak karena pentingnya kehadiran ayah secara nyata sangat menentukan ketahanan mental generasi muda. Peringatan keras tersebut disampaikan oleh Sekda Banyumas, Agus Nur Hadie di sela-sela upacara momentum Harganas Banyumas di Halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin (29/6).

Pentingnya Kehadiran Ayah di Era Digital

Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie menyampaikan hal tersebut saat memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Halaman Pendopo Si Panji Purwokerto. Oleh karena itu, momentum Harganas Banyumas tahun ini harus menjadi titik balik bagi para orang tua. Pemerintah daerah kini menyoroti secara tajam bagaimana gawai sering kali mengambil alih peran pengasuhan di rumah.

Selanjutnya, Agus mengingatkan bahwa tantangan pengasuhan saat ini jauh lebih kompleks akibat pergeseran nilai sosial. Kehadiran fisik orang tua secara utuh menjadi kunci utama untuk membentengi mental anak. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa interaksi langsung di dalam keluarga justru semakin tergerus oleh teknologi digital.

“Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua, terutama dalam menghadapi derasnya pengaruh teknologi digital. Jangan sampai gawai menggantikan peran keluarga dalam mendidik dan mendampingi anak,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie.

Dampak Gadget pada Anak dan Solusinya

Oleh sebab itu, pilar ketahanan mental dan spiritual anak wajib diperkuat sejak dini dari lingkungan rumah. Di samping itu, minimnya kedekatan emosional dengan orang tua dapat memicu masalah psikologis pada usia muda. Akibatnya, anak-anak berpotensi mencari pelarian di dunia maya tanpa pengawasan yang memadai.

Maka dari itu, peran ayah dalam keluarga kini harus melampaui batas pemenuhan kebutuhan ekonomi semata. Sosok ayah wajib terlibat aktif dalam mengarahkan perkembangan karakter serta emosi anak-anak mereka. Dengan demikian, anak tidak akan merasa terasing di rumah sendiri.

“Peran ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga hadir secara fisik dan emosional dalam kehidupan anak,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie.

Melalui pola asuh yang seimbang ini, Pemkab Banyumas optimistis dapat melahirkan generasi yang resilien. Akhirnya, sinergi antara ayah dan ibu akan membentuk benteng keluarga yang kuat demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here