Penantian panjang warga Banyumas terhadap moda transportasi umum andalan akhirnya membuahkan hasil manis. Pemerintah daerah resmi mengumumkan pengoperasian kembali seluruh armada bus dengan kepastian tarif yang ramah di kantong.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono , dalam acara tasyakuran operasional di Pendopo Si Panji, Purwokerto. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat merampungkan evaluasi administrasi dan anggaran. Pemkab Banyumas tidak ingin penghentian layanan transportasi publik berlangsung lebih lama.
“Sembilan puluh dua armada, dengan empat cadangan di antaranya siap mengaspal kembali. Untuk koridor dan tarifnya tetap,” tegas Sadewo saat memberikan keterangan.
Mengatasi Kekhawatiran Orang Tua dan Pelajar
Penghentian sementara operasional Trans Banyumas sempat memicu respons luas dari masyarakat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga harian, terutama para pelajar sekolah. Banyak anak di bawah umur yang terpaksa membawa sepeda motor sendiri karena tidak ada angkutan umum.
Pemerintah daerah menyadari risiko keselamatan tersebut sehingga mengebut proses pembahasan anggaran bersama dewan. Langkah cepat ini memastikan anak-anak sekolah dapat kembali menikmati layanan bus yang aman dan nyaman.
“Saya sudah bilang di Kementerian Perhubungan, silakan yang lain pada berhenti, tidak apa-apa. Saya mah lanjut terus,” lanjut Sadewo dengan optimis.
Jadwal Operasional dan Rencana Tarif
Direktur Pengelola Trans Banyumas (PT Banyumas Raya Transportasi), Ipung Marsikun, memastikan seluruh armada akan beroperasi secara normal. Layanan bus siap melayani penumpang mulai pukul 04.45 hingga 20.30 WIB di empat koridor utama.
“Kita tetap normal ya jadwalnya, pukul 4.45 sampai 20.30 untuk melayani empat koridor,” tutur Ipung.
Mengenai biaya perjalanan, Ipung memastikan tarif bus tidak mengalami perubahan hingga akhir tahun. Penumpang umum tetap membayar tarif reguler sebesar Rp3.900, sedangkan tarif khusus pelajar, mahasiswa, lansia, dan disabilitas tetap Rp2.000.
“Jadi nanti ada beberapa evaluasi termasuk evaluasi tentang penerapan tarif kepada masyarakat Rp3.900 menjadi Rp5.000 untuk reguler,” jelas Ipung mengenai wacana penyesuaian tarif pada tahun 2027 mendatang.
Penulis: Kartika Nur Maulida
