PURWOKERTO – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono secara resmi membuka bursa kerja hybrid Banyumas Job Fair 2026 di Convention Hall Putra Sang Fajar Menara Teratai Purwokerto, Rabu (3/6/2026), sebagai langkah konkret menekan angka kemiskinan. Melalui kolaborasi bersama 59 perusahaan nasional, pemkab mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang adil dan sejahtera.
Pemerintah Kabupaten Banyumas secara resmi membuka bursa kerja hybrid ini untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Acara ini berlangsung selama dua hari di Convention Hall Putra Sang Fajar Menara Teratai Purwokerto. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk memfasilitasi ribuan pencari kerja lokal agar segera terserap oleh dunia industri.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi pertemuan antara penyedia lowongan kerja Banyumas dengan para pencari kerja secara transparan. Oleh karena itu, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
“Job fair bukan hanya sekadar ajang pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk membangun SDM Banyumas yang unggul, siap kerja, dan mampu bersaing,” ujar Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat membuka acara secara resmi.
Strategi Efektif Cara Mengatasi Pengangguran Daerah
Selanjutnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Banyumas, Wahyu Dewanto, memaparkan detail teknis pelaksanaan acara. Pihaknya menjelaskan bahwa sebanyak 59 perusahaan ikut berpartisipasi, baik secara tatap muka maupun daring. Melalui kombinasi sistem ini, masyarakat dapat mengakses 226 formasi jabatan dengan lebih fleksibel melalui aplikasi khusus.
Kemudian, data historis menunjukkan bahwa program bursa kerja tahunan ini selalu mencatat hasil yang positif. Pemerintah daerah mencatat kesuksesan penyerapan tenaga kerja yang terus bergerak fluktuatif namun signifikan dalam tiga tahun terakhir. Sebagai contoh, program serupa berhasil menempatkan 1.031 orang pada tahun 2023, 946 orang pada tahun 2024, dan melonjak hingga 1.579 orang pada tahun 2025.
“Untuk jumlah formasi jabatan ada sebanyak 226, baik perusahaan yang mengikuti job fair secara offline dan online dapat diakses oleh pencari kerja pada sistem informasi ketenagakerjaan Banyumas (aplikasi simak kerja mas) yang terintegrasi dengan portal Banyumas PAS,” ujar Wahyu Dewanto menjelaskan integrasi sistem digital tersebut.
Mendorong Stabilitas Ekonomi Banyumas 2026
Di sisi lain, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari target jumlah pengunjung yang akan memadati lokasi acara. Pemerintah daerah memproyeksikan sedikitnya 4.000 pencari kerja akan memanfaatkan momentum berharga ini untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan demikian, lonjakan penyerapan tenaga kerja baru ini akan langsung menggerakkan roda ekonomi makro di tingkat regional.
Oleh karena itu, keberhasilan penyerapan tenaga kerja melalui Banyumas Job Fair 2026 menjadi indikator penting bagi stabilitas wilayah. Ketika ribuan warga mulai produktif dan berpenghasilan, maka tingkat kemiskinan ekstrem otomatis akan menurun. Pada akhirnya, ekosistem ketenagakerjaan yang sehat ini akan memperkuat ketahanan daerah dari ancaman inflasi.
“Target 4.000 pencari kerja yang hadir dalam kegiatan ini menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap tersedianya lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk terus membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan produktif,” ujar Sadewo Tri Lastiono saat menutup sambutannya.
