Wujudkan Banyumas Ramah Lansia, Pemkab Fokus Ubah Paradigma Kaum Sepuh Jadi Aset Daerah

June 15, 2026
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti bersama Kepala Dinas Kesehatan dr. Dani Esti Novia, pejabat daerah, kader posyandu, dan komunitas lansia berfoto bersama sambil memperagakan simbol huruf L dengan jari tangan di dalam Kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto dalam acara Gerakan Lansia Sehat.

PURWOKERTO — Warga lanjut usia di Kabupaten Banyumas kini didorong untuk menjadi motor inspirasi dan aset produktif daerah alih-alih menjadi beban pembangunan. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti saat membuka Gerakan Lansia Sehat dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (4/6/2026).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas membuktikan komitmen tersebut dengan menggelar Gerakan Lansia Sehat di Kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas menginisiasi program massal ini untuk memperingati Hari Lanjut Usia Nasional ke-30. Melalui langkah nyata, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh warga usia senja mendapatkan hak pelayanan terbaik mereka.

Menolak Paradigma Lansia sebagai Beban

Oleh karena itu, pemerintah kini fokus mengubah cara pandang masyarakat terhadap warga senior. Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menegaskan bahwa kaum sepuh memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Mereka membawa modal sosial yang besar berupa pengalaman hidup yang kaya untuk membimbing generasi muda.

“Lansia bukanlah beban pembangunan, melainkan aset dan sumber inspirasi yang memiliki pengalaman, keteladanan, dan kearifan yang sangat berharga bagi generasi penerus,” ujar Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti.

Selanjutnya, Lintarti memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas. Instansi ini secara konsisten terus menjalankan berbagai program layanan kesehatan promotif dan preventif. Upaya medis tersebut bergerak mulai dari tingkat desa hingga pusat kota melalui jaringan puskesmas.

“Mulai dari posyandu lansia, pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi perilaku hidup sehat, hingga deteksi dini penyakit. Upaya-upaya ini sangat penting untuk memastikan para lansia tetap aktif, mandiri, dan produktif di usia senja,” ujar Dwi Asih Lintarti.

Kolaborasi Lintas Sektor Dinas Kesehatan Banyumas

Pada kesempatan yang sama, otoritas kesehatan daerah juga memperkuat sistem dukungan komunitas. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas dr. Dani Esti Novia menjelaskan tujuan utama dari kegiatan strategis ini. Pihaknya ingin membangun kesadaran kolektif agar semua elemen masyarakat bergerak bersama.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian dan peran aktif masyarakat terhadap lansia, mendorong perilaku hidup sehat dan deteksi dini kesehatan lansia, mengubah paradigma lansia sebagai potensi bukan beban, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan lansia,” ujar dr. Dani Esti Novia.

Untuk mendukung misi besar Hari Lanjut Usia Nasional 2026, panitia mengundang sekitar 140 peserta dari berbagai wilayah. Perwakilan kader posyandu lansia dan kelompok senam lansia tampak memadati area pendopo dengan antusias. Mereka mengikuti serangkaian agenda mulai dari senam bersama, edukasi kesehatan khusus, hingga pemeriksaan medis secara gratis.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here