Sabet Penghargaan Kabupaten Pangan Aman 2025, Banyumas Masuk 23 Daerah Terbaik Nasional

July 13, 2026
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Kepala BPOM Gideon menunjukkan piagam penghargaan Kabupaten Pangan Aman 2025 di Ruang Joko Kahiman.

BANYUMAS – Kabupaten Banyumas sukses menembus daftar 23 daerah terbaik di Indonesia setelah resmi meraih penghargaan Kabupaten Pangan Aman 2025 dengan predikat sangat baik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Prestasi prestisius ini dikukuhkan lewat penyerahan piagam oleh Kepala BPOM di Banyumas, Gideon, kepada Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Ruang Joko Kahiman pada Kamis (9/7/2026).

Keberhasilan luar biasa ini menjadi bukti nyata atas komitmen kuat pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan masyarakat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi menyerahkan piagam penghargaan tersebut langsung kepada Bupati Banyumas di Ruang Joko Kahiman. Langkah ini sekaligus mengukuhkan posisi Banyumas sebagai wilayah yang memiliki tata kelola pengawasan obat dan makanan terbaik di tingkat nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti, menyatakan bahwa apresiasi ini menjadi modal berharga bagi seluruh jajarannya. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus memperketat pengawasan agar kualitas pangan di pasar tetap terjaga. “Program Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman merupakan langkah nyata kita bersama dalam memastikan pemenuhan gizi dan perlindungan kesehatan masyarakat dari peredaran pangan yang tidak layak konsumsi,” ungkap dr. Dani Esti.

Konsistensi Pengawasan dan Sinergi Lintas Sektor

Di sisi lain, Kepala BPOM di Banyumas, Gideon, memberikan pujian tinggi atas prestasi Kabupaten Banyumas. Menurutnya, daerah ini telah berhasil membangun sistem pembinaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pemerintah daerah juga dinilai sukses mengoptimalkan kolaborasi antarsektor untuk mengantisipasi potensi bahaya zat aditif pada makanan.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa pemerintah Kabupaten Banyumas telah mampu menghadirkan berbagai kebijakan, program, dan inovasi yang mendukung terwujudnya pangan aman, bermutu, dan layak dikonsumsi,” jelas Gideon saat acara penyerahan. Selanjutnya, ia menambahkan bahwa konsistensi dalam pemberdayaan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan ini. Meskipun demikian, tantangan ke depan dipastikan akan semakin kompleks seiring berkembangnya pola distribusi pangan di masyarakat.

Menuju Target Percontohan Nasional

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas langsung membidik target yang lebih tinggi untuk tahun-tahun mendatang. Penghargaan BPOM level 5 ini tidak membuat pemerintah daerah cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut justru menjadi pemacu semangat untuk meningkatkan standar keamanan hingga ke level tertinggi.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa jajarannya siap mengejar predikat level 6 dengan kategori unggul.

“Mudah-mudahan penghargaan ini dapat benar-benar dapat diimplementasikan di lapangan. Bahwa Banyumas betul-betul layak menjadi Kabupaten percontohan untuk keamanan pangan,” tutur Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Melalui komitmen jangka panjang ini, Banyumas optimistis mampu menjadi role model nasional yang menginspirasi daerah lain di Indonesia.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here