PURWOKERTO — Warga yang sudah menggenggam kupon tebus murah sembako Rp10.000 mendadak bersorak gembira di Halaman Kantor DKUKMP Banyumas. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono secara mengejutkan memutuskan untuk menanggung seluruh biaya paket belanjaan tersebut secara pribadi di atas panggung.
Semula, pihak panitia penyelenggara telah menyiapkan mekanisme tebus murah menggunakan sistem kupon khusus. Warga pemegang kupon dapat membawa pulang paket sembako senilai Rp84.000 hanya dengan membayar Rp10.000. Namun, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memutuskan untuk menanggung seluruh biaya tebusan tersebut.
“Alhamdulillah hari ini telah disiapkan 100 paket sembako murah dengan harga yang aslinya Rp84.000 menjadi Rp10.000. Tapi untuk ibu-ibu semua gratis, tek bayari,” ujar Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat memberikan sambutan.
Pernyataan spontan tersebut langsung menyulut tepuk tangan riuh dari para penerima manfaat yang hadir. Pemerintah Kabupaten Banyumas memfokuskan pembagian paket bantuan ini untuk warga di dua wilayah terdekat, yakni Kelurahan Kranji dan Kelurahan Sokanegara.
Intervensi Pangan dan Penyaluran Zakat ASN
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan langkah nyata penanganan inflasi daerah. Selain paket tebus murah Pemkab, Unit Pengelola Zakat (UPZ) DKUKMP juga menyalurkan bantuan tambahan kepada masyarakat.
“Kami menyediakan 100 paket sembako tebus murah. Dari harga normal Rp84.000, warga cukup menebusnya seharga Rp10.000. Selain itu, UPZ DKUKMP juga turut membagikan total 60 paket sembako gratis,” ujar Kepala DKUKMP Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi.
Meskipun laju inflasi di wilayah Kabupaten Banyumas saat ini masih berada dalam kategori terkendali, Pemkab terus menggencarkan operasi pasar. Langkah strategis ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil serta menekan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Kolaborasi Sektor Swasta dan Penguatan UMKM
Guna memperkuat daya tahan ekonomi daerah, Pemkab Banyumas juga menjalin kemitraan erat dengan Bank Indonesia, Bulog, hingga pelaku usaha swasta. Dalam kesempatan yang sama, PT Indomarco Prismatama menyerahkan bantuan berupa 10 unit tenda sarnavil kepada Bidang UMKM DKUKMP Kabupaten Banyumas untuk mendukung sarana jualan para pedagang lokal.
Sadewo menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pengendalian inflasi daerah terletak pada kekuatan gotong royong lintas sektor. Pihaknya optimistis kolaborasi ini mampu menjaga ketersediaan pasokan barang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM.
“Dengan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak, saya yakin Kabupaten Banyumas akan mampu menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Sadewo.
