Perjalanan Estafet Tunas Kelapa Banyumas 2026 resmi berlanjut setelah jajaran pimpinan daerah merampungkan prosesi serah terima lintas perbatasan di Lapangan Desa Silado, Sumbang, Minggu (6/9/2026). Namun, ada arahan penting dari Gubernur Jawa Tengah yang membuat irat-iratan Pramuka tahun ini terasa berbeda karena mengusung misi langsung bagi masyarakat.
Serah terima pataka kebanggaan ini berlangsung khidmat saat Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menerima pimpinan rombongan Kwarcab Purbalingga. Prosesi tersebut menandai masuknya simpul Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jateng 2026 di bumi Banyumas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sadewo membacakan secara lengkap amanat dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Gubernur menyoroti peran strategis Gerakan Pramuka yang kini tidak lagi sebatas kegiatan kepanduan rutin.
Dorong Kedaulatan Pangan Daerah
Gelaran ETK 2026 mengusung tema besar “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”. Tema ini menegaskan komitmen Pramuka dalam mengawal kedaulatan dan ketahanan pangan daerah.
Semangat tersebut berakar kuat pada nilai-nilai pembangunan daerah Jawa Tengah. Gubernur menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus menjadi motor penggerak utama di lapangan.
“Ngopeni merupakan wujud kepedulian Pramuka untuk merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, mengayomi petani, dan melestarikan lingkungan lokal di setiap etape wilayah yang dilalui,” ujar Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah.
Ketahanan lingkungan dan sektor pertanian lokal kini menjadi fokus utama aksi Pramuka di setiap wilayah. Anggota kepanduan diminta aktif mendampingi masyarakat.
Ketangguhan dan Pengabdian Nyata
Selain aspek kelestarian lingkungan, Gubernur juga menggarisbawahi pentingnya prinsip ketangguhan para anggota kepanduan. Karakter ini menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
“Sementara itu, Nglakoni menjadi cerminan ketangguhan anggota Pramuka dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” tutur Sadewo.
Rute panjang yang melintasi berbagai kawasan merupakan gambaran nyata dari semangat kerja keras. Anggota Pramuka mempraktikkan langsung keterampilan hidup untuk memberi manfaat nyata.
“Melalui kolaborasi antara semangat Gerakan Pramuka dan nilai Ngopeni Nglakoni, saya berharap Pramuka Jawa Tengah dapat terus menjadi benteng moral sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah,” kata Sadewo.
Para peserta ETK 2026 terus bergerak melintasi wilayah Banyumas sambil membawa pesan perdamaian. Kegiatan ini sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah, Pramuka, dan elemen masyarakat.
