Ortumurid Tak Perlu Cemas, TKA SD Banyumas 2026 Bukan Penentu Nilai

September 10, 2026
Peserta talkshow TKA SD Banyumas menyimak materi arahan pemetaan potensi siswa

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD di Kabupaten Banyumas memicu kepanikan sebagian orang tua murid, meski pemerintah daerah menegaskan ujian ini sama sekali tidak ditujukan untuk patokan nilai akhir anak.

Bukan Sekadar Mengejar Nilai Akhir

Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan bahwa pemetaan kemampuan dasar peserta didik menjadi tujuan utama pelaksanaan TKA jenjang SD. Langkah strategis ini berperan sebagai instrumen evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan penegasan tersebut dalam Talkshow Sukses Tes Kemampuan Akademik Jenjang SD di D’Garden Resto. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri serta Kepala Cabang Erlangga Yogyakarta Rezha Adityaksa.

Sadewo meminta seluruh pihak tidak memandang TKA sebagai beban nilai bagi anak. Menurutnya, instrumen ini memegang peranan penting dalam mengukur kemampuan dasar siswa secara holistik.

“TKA tidak semestinya dipandang hanya sebagai sarana untuk menghasilkan nilai akhir bagi siswa. Lebih dari itu, TKA dapat menjadi instrumen untuk mengukur kemampuan dasar peserta didik sekaligus menjadi bahan evaluasi,” ujar Sadewo Tri Lastiono.

Penguatan Literasi dan Mencegah Penyeragaman Anak

Pelaksanaan TKA SD tahun ini berfokus penuh pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi. Pengujian tidak terbatas pada keterampilan membaca serta berhitung dasar. Tim penguji merancang materi untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami informasi, berpikir logis, dan menyelesaikan masalah.

Meski demikian, Pemkab Banyumas melarang keras proses pemetaan ini menjadi alat untuk menyeragamkan potensi anak. Setiap siswa memiliki bakat, minat, serta kecepatan belajar yang berbeda-beda.

“Setiap anak dipahami memiliki bakat dan potensi yang berbeda-beda, sehingga proses pemetaan kemampuan ini dilakukan tanpa memaksakan bidang tertentu kepada siswa,” tegas Sadewo.

Sinergi Orang Tua dan Sekolah Jadi Kunci

Sadewo menambahkan bahwa penguatan fondasi pendidikan sejak jenjang sekolah dasar merupakan investasi jangka panjang. Pendidikan berkualitas akan membuka kesempatan luas bagi anak-anak Banyumas untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Oleh karena itu, keberhasilan TKA membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lingkungan pendidikan. Pemerintah daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga orang tua murid wajib menjalin kerja sama yang erat.

“Dukungan dari para pendidik, dinas pendidikan, serta orang tua menjadi kunci utama dalam mengantarkan para siswa mengikuti TKA dengan optimal,” pungkas Sadewo.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here