PURWOKERTO — Puluhan pejabat lapangan di Kabupaten Banyumas dipastikan tidak bakal menyentuh SPBU lagi saat menjalankan tugas dinas. Pemkab Banyumas resmi meremajakan kendaraan operasional lapangan usang milik kades dan penilik sekolah dengan unit motor listrik canggih. Langkah berani ini diambil demi memangkas beban biaya BBM operasional hingga nol rupiah.
Pengalihan Anggaran Mobil Dinas Bupati
Langkah taktis ini meluncur setelah Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyelesaikan uji coba kendaraan di Halaman Pendopo SiPanji Purwokerto. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sengaja memprioritaskan armada operasional petugas lapangan ketimbang kenyamanan pejabat. Oleh karena itu, Pemkab Banyumas mengalihkan alokasi dana pembelian mobil dinas baru Bupati pada Anggaran Murni.
“Selama masa jabatan, saya tidak mengutamakan pembelian mobil dinas baru untuk Bupati. Lebih baik anggarannya dialihkan untuk kebutuhan operasional yang langsung menyentuh pelayanan di tingkat desa dan pendidikan,” tegas Sadewo.
Kebijakan peremajaan ini mencakup pengadaan sekitar 90 unit sepeda motor listrik untuk para kepala desa. Selain itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas juga menerima alokasi unit serupa khusus bagi penilik sekolah. Dinas Perhubungan pun mendapatkan tambahan beberapa mobil listrik berukuran kecil untuk mendukung patroli operasional.
Bebas Biaya Operasional dan Garansi Baterai
Penggunaan motor listrik VinFast ini memberikan keuntungan finansial yang sangat signifikan bagi kas daerah. Produsen kendaraan listrik tersebut menyediakan fasilitas pengisian daya gratis selama tiga tahun pertama. Selanjutnya, pengguna armada dinas ini masih menikmati diskon tarif charging sebesar 50 persen pada tahun keempat.
“Kalau pakai BBM, operasionalnya harus sistem reimburse ke Pemda. Dengan kendaraan listrik ini, selama 3 tahun tidak ada reimburse BBM sama sekali. Ini jelas efisiensi anggaran yang lumayan,” tambah Sadewo.
Pihak produsen juga melengkapi seluruh unit armada dengan jaminan garansi baterai hingga 6 tahun. Kepastian garansi ini menjamin keandalan kendaraan saat menembus berbagai medan jalanan desa.
Pembangunan Ratusan Stasiun Pengisian Daya
Kerja sama strategis ini turut mendatangkan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Banyumas. Produsen bakal menyewa 82 titik lahan milik Pemda dari total proposal awal 165 lokasi. Skema sewa lahan yang berlangsung selama 5 tahun ini langsung menambah pemasukan kas daerah.
Secara keseluruhan, penyedia jasa siap membangun hingga 250 titik charging station di berbagai lokasi strategis. Fasilitas pengisian daya tersebut bakal tersebar mulai dari area stasiun kereta hingga fasilitas publik.
Pemkab Banyumas akan mengevaluasi penggunaan tahap awal ini secara berkala. Jika uji coba ini sukses, pemerintah daerah siap meremajakan seluruh kendaraan dinas menjadi armada berbasis listrik secara bertahap.
