Tak Cuma Anak Muda, PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas Diserbu Lansia

August 12, 2026
Bupati Banyumas bersama jajaran pengurus Muhammadiyah berfoto bersama warga belajar penyandang disabilitas saat pembukaan MPLS PKBM Surya Muhammadiyah di UMP Purwokerto

PURWOKERTO — Bangku sekolah kini tak lagi milik anak-anak belia semata di Kabupaten Banyumas. Ratusan warga yang didominasi anak tidak sekolah hingga lansia berumur 55 tahun mantap memulai perjalanan pendidikan baru. Momen haru ini mewarnai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas yang melibatkan puluhan lembaga belajar masyarakat.

Rincian Peserta dari Paket A Hingga Paket C

Panitia mencatat antusiasme masyarakat untuk melanjutkan pendidikan terbilang sangat tinggi. Program ini berhasil menjaring ratusan peserta yang terbagi ke dalam tiga jenjang pendidikan kesetaraan.

“Dari total 813 peserta yang masuk, terdiri dari 213 warga belajar Paket A, 225 Paket B, dan 374 Paket C,” kata Ketua Penyelenggara MPLS PKBM Surya Muhammadiyah, Asep Saeful Anwar.

Asep menambahkan bahwa keberagaman latar belakang peserta menjadi keunikan tersendiri pada tahun ajaran 2026/2027 ini. Bahkan, semangat belajar tidak surut meski peserta sudah berumur atau memiliki pasangan.

“Latar belakang pesertanya sangat beragam, bahkan ada yang berusia hingga 55 tahun dan pasangan suami istri yang antusias mendaftar bersama,” ujar Asep. Menurutnya, fenomena ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, Muhammadiyah, akademisi, dan masyarakat.

Kehadiran 25 PKBM secara serentak dalam acara tersebut makin mempertegas tingginya komitmen warga. Seluruh pihak bahu-membahu memastikan setiap warga Banyumas memperoleh hak pendidikan yang layak.

Apresiasi Pemerintah Kabupaten Banyumas

Pemerintah Kabupaten Banyumas menyambut baik capaian besar yang diraih oleh jajaran penyelenggara. Langkah ini sejalan dengan ‘Program Pasti Sekolah’ yang masuk dalam Trilas Program Banyumas.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan rasa syukur serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas. Pemerintah menganggap peran aktif tutor dan pengelola PKBM telah membantu menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) secara signifikan.

“Saya menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada jajaran Muhammadiyah Banyumas. PKBM ini sudah mampu merangkul lebih dari 800 warga belajar megenyam pendidikan,” kata Sadewo.

Bupati Banyumas menilai PKBM memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri. Melalui wadah ini, warga belajar tidak hanya mendapat pengetahuan umum, tetapi juga wawasan keterampilan untuk masa depan.

Gotong Royong Tuntaskan Anak Tidak Sekolah

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan masalah pendidikan butuh dukungan seluruh lapisan masyarakat. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam merangkul warga yang sempat terpinggirkan dari akses sekolah formal.

“Oleh karena itu, Saya berpesan manfaatkanlah kesempatan belajar di PKBM ini dengan sebaik-baiknya. Jangan ragu untuk bertanya, jangan takut untuk berdiskusi dan gali ilmu sebanyak mungkin,” tutur Bupati Banyumas.

Beliau meminta para peserta menjadikan seluruh proses pembelajaran di PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas sebagai perjalanan yang menyenangkan. Gotong royong ini diharapkan terus berlanjut demi memajukan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Banyumas.

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The maximum upload file size: 64 MB. You can upload: image, audio, video, document, spreadsheet, interactive, text, archive, code, other. Links to YouTube, Facebook, Twitter and other services inserted in the comment text will be automatically embedded. Drop file here