Wisata Sejarah Budaya Banyumas

April 27, 2021
171
Views

Museum BRI Purwokerto

Di kota inilah cikal bakal BRI di dirikan. Perlu anda ketahui bahwa sebelumnya nama bank BRI adalah De Purwakertosche Hulp-en Spaar Bank der Inlandsche Bestuur Ambtenaren atau Bank Priyayi yang hanya mempunyai satu kantor kecil pada masa itu hingga sekarang menjadi salah satu bank besar di indonesia yang mempunyai ratusan kantor cabang hingga menjuru ke pelosok kecamatan di seluruh nusantara.

Di museum bank BRI, anda dapat menyaksikan berbagai macam koleksi mata uang dari jaman ke jaman, mulai jaman VOC belanda, portugis timor-timur, masa majapahit sampai mata uang modern seperti sekarang ini.



Pada lantai 1 dari museum bank BRI, anda dapat menyaksikan beragam sarana yang dipergunakan dalam aktivitas perbankan pada umumnya. Berikut adalah relief tembaga sebagai gambaran sejarah kiprah bank BRIdari masa ke masa.

Jika anda hendak mengunjungi museum bank BRI purwokerto, anda bisa menggunakan transportasi angkutan kota yang berwarna orange dengan kode B1 dari arah terminal purwokerto atau bisa menggunakan taksi dan ojek. namun jika anda dari arah stasiun kereta api, cukup gunakan becak karena jarak dari stasiun ke museum hanya sekitar 500 meter.

Masjid Nur Sulaiman

Masjid Nur Sulaiman Banyumas dibangun tahun 1755 pada masa pemerintahan Adipati Banyumas Yoedanegara II dan diarsiteki oleh Bapak Nur Daiman Demang Gumelem I sekaligus sebagai Penghulu Masjid yang pertama. Sebagaimana konsep tata letak bangunan pada masa pemerintahan kerajaan di Jawa, posisi masjid selalu berada di sebelah barat alun-alun sebagai simbol kebaikan, berseberangan dengan letak penjara sebagai symbol kejahatan di sebelah timur alun-alun.

Masjid ini berada dalam wilayah Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas kurang lebih 25 km dari kota Purwokerto.Karena tidak adanya sumber tertulis yang pasti, menurut penuturan juru Pelihara Benda Cagar Budaya Masjid Nur Sulaiman bapak Djoni M. Faried, nama Nur Sulaiman berasal dari nama Nur Daiman. Masjid Nur Sulaiman di bangun di atas tanah seluas 4.950 m2. Spesifikasi dan dimensi pada bagian lainnya di masjid ini adalah sebagai berikut:

Ruang Utama:22 x 15.5 m 
Tinggi Bangunan:14.5 m
Ruang Serambi:11 x 22 m 
Ruang Mihrab:4 x 2.2 m
Tinggi Mihrab:5.9 m
Mimbar:2.2 x 1.2m
Tinggi Mimbar:1.67 m
Maksura:2.3 x 2.3 m


Masjid Nur Sulaiman memiliki ciri khusus dan keunikan antara lain:

  • Denah bujur sangkar
  • Ada serambi
  • Batur tinggi
  • Pintu utama di sebelah timur
  • Mimbar berbentuk tandu
  • Terdapat Maksura ( tempat Shalat khusus penguasa)
  • Mihrab (ruang imam) ialah tajug susun 2 dilengkapi mahkota berbentuk mirip gada.
  • 4 pilar utama (saka guru)
  • 12 pilar pendukung (saka pengarak)

source: Banyumaskab.go.id



Petilasan Raden Kamandaka

Banyumas memiliki sejarah yang sangat lekat dengan Batur Agung. Hal ini tentu sangat terkait dengan peristiwa masa silam. Dan di Batur Agung inilah situs Bersejarah situs yang sangat misterius dan fenomenal itu berada.

Situs ini merupakan benda purbakala yang di miliki oleh kabupaten Bayumas yang merupakan sebuah bentuk petilasan / tempat pertapaan Agung Raden Kamandaka dari Keraja’an Padjajaran.

Situs tersebut berada di kawasan hutan yang rimbun dengan pepohonan tinggi dan besar yang masih terjaga rapi selama berabad – abad. Sekeliling situs memlliki udara sangat sejuk dengan rindang pepohan besar yang sudah jarang sekali dijumpai dewasa ini.

Beri rating:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Besar ukuran file maksimal: 64 MB.
File yang dapat diunggah: image, audio, video, .
Tautan ke YouTube, Facebook, Twitter, dan layanan lain yang dimasukkan ke dalam teks komentar akan otomatis disematkan.