Nama-Nama Tugu di Purwokerto dan Sejarahnya

July 28, 2021
371
Views

Tahu gak sih perbedaan antara tugu dan monumen? Purwokerto memiliki beraneka ragam tugu serta monumen yang tersebar di berbagai wilayah. Pada dasarnya, kedua bangunan tersebut sama-sama berfungsi sebagai penanda atas peristiwa bersejarah yang telah terjadi di suatu tempat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata tugu adalah tiang besar dan tinggi yang dibuat dari batu, bata dan sebagainya. Sementara itu, monumen adalah bangunan atau tempat yang mempunyai nilai sejarah yang penting dan karena itu diperlihara dan dilindungi negara. Berdasarkan pengertian tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa tugu dan monumen memiliki pengertian yang berbeda.



Tugu dapat digunakan sebagai penanda mengenai peristiwa tertentu di suatu kota. Tugu tidak dapat dibangun secara sembarangan, tugu dibangun berdasarkan pada aturan pemerintah kota setempat, antara lain seperti aturan mengenai lingkungan, lalu lintas, jaringan jalan, dan lain sebagainya.

Tugu juga dapat dijadikan sebagai ikon atau landmark suatu daerah. Tugu Gada Rujak Polo merupakan salah satu landmark terkenal yang menjadi penanda Kota Purwokerto. Akan tetapi, tidak semua tugu dapat dijadikan sebagai penanda suatu tempat.

Tugu yang dapat dijadikan landmark memiliki unsur-unsur khusus yang mengarah pada sejarah atau peristiwa penting di masa lalu, memiliki simbol-simbol yang dianggap penting seperti kebudayaan, politik, sosial dan lain sebagainya yang telah menjadi keyakinan bersama masyarakat setempat. Di sisi lain, keberadaan tugu tidak selalu didasari oleh peristiwa penting dalam suatu daerah tersebut, melainkan dengan aktivitas masyarakat, kebiasaan masyarakat, profesi masyarakat dan lain sebagainya.

Berikut merupakan nama-nama tugu yang menjadi penanda bahwa kamu berada di Kota Purwokerto :

Tugu Pancasila

Tugu Pancasila merupakan ikon Kota Purwokerto yang terletak di Jalan Gatot Subroto. Dinamakan sebagai Tugu Pancasila dikarenakan terdapat lambang lima sila yang terukir di bagian tugu.

Uniknya, tugu ini juga memiliki nama lain seperti Tugu Merdeka, Tugu Bank Indonesia yang disebabkan oleh letaknya yang berada di simpang Jalan Merdeka dan tidak jauh dari kantor pusat Bank Indonesia. 

Tidak hanya itu, tugu ini juga disebut sebagai Tugu Pembangunan yang berasal dari sejarahnya, yaitu dibangun pada tahun 1959 dalam pencanangan program Tahapan Pembangunan Semesta Berencana tahun 1959 dimana peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Ir. Soekarno. Kemudian, bersadarkan Surat Keputusan Bupati Banyumas tanggal 23 September 2019 resmi menjadikan tugu ini sebagai cagar budaya Kabupaten Banyumas.

Maps Lokasi

https://maps.app.goo.gl/nrH5gk2Z5m2gWrLx7



Tugu Adipura Kencana

Tugu Adipura Kencana merupakan salah satu landmark Kota Purwokerto dari pintu masuk timur, tepatnya di Berkoh. Tugu ini dibangun pada tahun 1994 untuk mengenang keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banyumas di bidang pembangunan, kota bersih dan teduh. Tugu ini meliki ciri khas yaitu berada ditengah kolam yang dikelilingin air mancur.

Maps Lokasi

https://maps.app.goo.gl/fDeUJ4up6p7exwSZA

Tugu Gada Rujak Polo

Tugu Gada Rujak polo merupakan salah satu landmark baru di Kota Purwokerto yang diresmikan pada 8 Oktober 2020. Terletak di di bundaran Underpass Jendral Soedirman.

Tugu Gada Rujak Polo berasal dari bagian inti lambang Kabupaten Banyumas yang merupakan senjata andalan tokoh pewayangan Werkudara. Hal ini menjadi pengingat atau nasihat kepada masyarakat Banyumas untuk ngrujak polo yang berarti menggunakan nalar dan rasa ketika melakukan pekerjaan apapun. 

Siapa saja yang menggunakan nalar dan rasa akan menjadi pribadi  yang jujur, prigel, sregep, kesatria, berani menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas dan berguna bagi banyak orang, apa adanya, presaja serta bertanggung jawab seperti Werkudara. Tugu Gada Rujak Polo juga dikelilingi oleh Kudhi, salah satu senjata khas Banyumas yang memiliki arti laku adi atau perilaku yang baik. Pada bagian akhir prasastinya tertuliskan “Dadi angger ngaku wong Banyumas kudu duwe laku sing apik, jujur, presaja, lan tanggung jawab.”

Maps Lokasi

https://maps.app.goo.gl/e5LdtB3hN5R6XhNu7

Tugu Batu Kutasari

Tugu Batu Kutasari atau yang lebih dikenal dengan Tugu Prompong merupakan tugu yang dibangun pada tanggal 8 Agustus 1947. Tugu ini dibangun untuk mengenang pertempuran antara Pasukan Republik Indonesia dengan Belanda di Dusun Prompong.

Maps Lokasi

https://maps.app.goo.gl/2YYiyXrfj3HZftrs5

Tugu Merah Putih Teluk

Tugu Merah Putih Teluk terletak di Jl. Hos. Notosuwiryo Teluk. Sesuai dengan namanya, tugu ini memiliki warna dasar merah dan putih. 

Maps Lokasi

https://maps.app.goo.gl/whKVgFuposCf4aii6

Tugu Bawor Bersole

Tugu Bawor Bersole terletak di Bersole, Karangpucung Purwokerto Selatan. Tugu ini berada di tengah-tengah pertigaan, menggambarkan 3 tokoh yaitu Bawor, Semar, dan Pak Tani. 

Bawor merupakan salah satu tokoh pewayangan yang dijadikan sebagai ikon Kabupaten Banyumas. Ia adalah anak tertua dari Semar. Bawor memiliki watak cabalaka atau blakasuta, yang saat ini menjadi ciri khas masyarakat Banyumas.

  Maps Lokasi

https://maps.app.goo.gl/dUbP33tQnU9K76jF8

Tugu Bawor

Dihimpun dari google maps, tugu tersebut dinamakan sebagai Tugu Bawor. Terletak di pojok depan Pasar Manis Purwokerto. Sejak kemunculannya pada tahun 2017 hingga saat ini masih di pertanyakan bahwa bangunan tersebut belum jelas menggambarkan tokoh siapa. Jika dilihat secara detail, bangunan tersebut merupakan sebuah patung dengan pose tangan kanan melambai dan tangan kiri memegang Kudi (senjata khas Banyumas), serta berkepala botak dan tidak mengenakan baju.

Maps Lokasi

https://maps.app.goo.gl/zqrAC1iJG9CPLTjk7

Tugu Gurame 

Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng dijuluki sebagai Kampung Minapolitan. Julukan ini berasal dari sejarah desa yang mampu mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis budidaya perikanan. 

Tugu Gurame dibangun sebagai ikon Desa Beji yang merupakan pusat budidaya ikan gurame di Kabupaten Banyumas yang mampu menembus pasar nasional. Perkembangan budidaya ikan gurame di Desa Beji, kurang lebih dimulai sejak tahun 1970-1990, dimana banyak petani dan pedagang dari luar desa yang datang ke Desa Beji untuk mendapatkan benih ikan, terutama ikan gurame.

Maps Lokasi

https://maps.app.goo.gl/9CMfa2xRwEe67oGL8



Tugu Monas Banteran

Tugu Monas Banteran, akrab disapa sebagai monasnya Purwokerto. Sekilas jika dilihat dari bentuk dan namanya memang mirip dengan Tugu Monas yang terletak di Jakarta. Akan tetapi tugu ini terletak di Desa Banteran Kecamatan Sumbang, tepatnya di tengah-tengah perempatan Desa Banteran. Tugu ini di bangun pada tanggal 2 Juli 1972.

Maps Lokasi 

https://maps.app.goo.gl/sq9iuLwFnkefufeM9

Tugu Jagung Gewok

Tugu Jagung Gewok merupakan ikon Desa Karanggintung. Berdasarkan sejarahnya, desa ini merupakan sentra penghasil jagung, dimana hampir seluruh lahan pertanian digunakan untuk menanam jagung. Salah satu produk unggulannya adalah emping jagung.

Maps Lokasi 

https://maps.app.goo.gl/wk3gDAy1Xr6WEZoe9

Tugu Kembaran

Tugu Kembaran atau yang akrab disapa Tugu Larangan terletak di perempatan pasar Larangan Kecamatan Kembaran. Tugu ini telah direnovasi dari hibah pembangunan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Desainnya menjulang tinggi, diatasnya terdapat kubus yang memuat logo Kabupaten Banyumas. Sedangkan pada bundaran bawah tertuliskan “UMP UNTUK INDONESIA”.

Maps Lokasi

https://maps.app.goo.gl/gc6nVresMaiHchwBA

Tugu Hias Bandol

Tugu Hias Bandol merupakan landmark Kampung Bandol yang terletak di Jl. Yos Sudarso Banaran Purwokerto Barat. Dibangun oleh Bank Jateng Cabang Purwokerto, yang kemudian diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas. Diresmikan oleh Ir. Achmad Husein pada tanggal 18 Maret 2010.  

Desain tugu ini dihiasi oleh berbagai macam sandal bandol di bagian atasnya dengan tujuan untuk memberikan penegasan atas eksistensi wilayah Banaran sebagai sentra kerajinan berbahan baku bandol yang merupakan singkatan dari ban bodol.

Maps Lokasi

https://maps.app.goo.gl/waWAG6MUnzYSYBYg8

Demikian beberapa tugu di Purwokerto dan sekitarnya yang berhasil kita rangkum untuk tambahan pengetahuan sedulur Purwokerto. Nah, kalau ada info tambahan boleh kok disampaikan ke kita dan dengan senang hati akan kami terima. Gimana, ada tugu yang belum kita sebutkan juga ga? Komen ya

Beri rating:
Kategori:
ARTIKEL · SENI BUDAYA · WISATA


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Besar ukuran file maksimal: 64 MB.
File yang dapat diunggah: image, audio, video, .
Tautan ke YouTube, Facebook, Twitter, dan layanan lain yang dimasukkan ke dalam teks komentar akan otomatis disematkan.