Jambore Panti Asuhan Muhammadiyah & ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah Resmi di Gelar di Baturraden

June 26, 2024
16
Views

Jambore ke-3 Panti Asuhan Muhammadiyah / Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Children Center (MCC) se-Jawa Tengah resmi dibuka di Bumi Perkemahan Wana Wisata Baturraden, Selasa siang (25/06/2024).

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai Panti Asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari seluruh Jawa Tengah, bertujuan untuk mempererat ukhuwah dan meningkatkan kapasitas anak-anak panti.

Jambore yang bertajuk, “Membangun Kreativitas, Menumbuhkan Prestasi, Mewujudkan Islam Berkemajuan”, mulai berlangsung Selasa- Kamis, 25-27 Juni 2024 dalam bentuk perkemahan dengan berbagai kegiatan lomba maupun non-lomba, kunjungan tempat wisata dan workshop bagi pembina panti asuhan.

Pembukaan Jambore LKSA berlangsung meriah dengan penampilan Marching Band dari SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang, Tari Tumandang dari Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Ajibarang dan Kentongan dari Panti Asuhan Putra Muhammadiyah.

Dihadiri oleh Pj Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro, Imam Maskur Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Ibnu Hasan Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, M. Djohar Ketua PDM Banyumas, Abdul Mu’ti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dan segenap Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Banyumas.

 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas M.Djohar A.S., M.Pd, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang telah menjadikan Banyumas sebagai tuan rumah Jambore LKSA serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Jambore. Ia juga melaporkan bahwa kegiatan Jambore diiukuti oleh 33 Kabupaten/Kota, 1495 orang, terdiri dari 1085 anak asuh, 290 peserta workshop dan 120 pendamping.

Secara simbolis, pembukaan Jambore LKSA ke-3 dilakukan dengan menabuh kentongan oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

 

Dalam sambutannya Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menyampaikan pentingnya pendidikan dan pemberdayaan anak yatim untuk menghindari stigma negatif sebagai generasi peminta-minta.

“Kita harus membangun semangat dan tekad dalam diri anak-anak yatim bahwa mereka memiliki potensi besar dan masa depan yang cerah. Menjadi anak yatim tidak boleh menjadi alasan untuk menjadi generasi peminta-minta. Kita harus memberikan mereka pendidikan dan keterampilan yang memadai agar mereka bisa mandiri dan sukses,” ujarnya.

 

(Kartika Nur Maulida)

Kategori:
ARTIKEL


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Besar ukuran file maksimal: 64 MB.
File yang dapat diunggah: image, audio, video, .
Tautan ke YouTube, Facebook, Twitter, dan layanan lain yang dimasukkan ke dalam teks komentar akan otomatis disematkan.